PEKANBARU - Keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) penuh waktu tingkat SMAN dan SMKN di Pekanbaru kembali menuai sorotan. Hingga akhir Mei 2026, tunjangan yang seharusnya diterima sejak Januari hingga April 2026 belum juga cair.
Kondisi ini memicu kekecewaan para guru, khususnya ASN PPPK, yang merasa hak mereka tertunda di tengah tanggung jawab mengajar yang terus berjalan. Apalagi dalam waktu dekat memasuki Hari Raya Iduladha.
Seorang Guru ASN PPPK penuh waktu Provinsi Riau, Eko Wibowo, mengungkapkan keresahannya terhadap lambatnya proses pencairan TPG oleh Kementerian Agama RI pusat. Menurutnya, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan guru yang selama ini menjalankan tugas pendidikan secara penuh waktu.
“Kami sangat menyayangkan lambatnya pencairan TPG Guru PAI penuh waktu di Pekanbaru. Sampai kemarin 22 Mei, pencairan Januari, Februari, Maret, dan April belum juga ada kejelasan,” ujar Eko Wibowo, Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai proses administrasi yang panjang menjadi salah satu penyebab utama belum cairnya tunjangan profesi guru tersebut. Para guru pun berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat agar hak tenaga pendidik tidak terus tertunda.
"Kami memohon kepada Kementerian Agama RI pusat agar segera mencairkan TPG Guru PAI di Pekanbaru paling lambat sebelum Hari Raya Iduladha. Karena kami dapat kabar guru yang di kabupaten sudah ada yang cair. Aspirasi Guru PAI ASN PPPK mohon diperhatikan karena ini menyangkut hak guru,” tambahnya.
Keterlambatan ini juga memunculkan kekhawatiran di kalangan guru PAI di Riau. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat agar persoalan serupa tidak terus berulang dan kesejahteraan tenaga pendidik tetap terjamin.