PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau para orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai. Imbauan ini disampaikan menyusul dua kejadian warga tenggelam dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak membiarkan anak-anak bermain, apalagi berenang di sungai tanpa pengawasan. Kondisi sungai yang berisiko dapat membahayakan keselamatan anak, terutama jika mereka tidak memahami bahaya arus dan kedalaman air.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manulok, mengatakan pengawasan orangtua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Kami mengimbau supaya orangtua dapat mengawasi anak-anaknya saat bermain di tepi sungai. Jangan sampai berenang sembarangan hingga akhirnya tenggelam," tegas Martin, Kamis (22/10/2026).
Menurut Martin, imbauan tersebut berkaca pada dua kejadian tenggelam yang terjadi di Pekanbaru dalam beberapa pekan terakhir. Peristiwa pertama terjadi pada 20 September 2026, ketika seorang warga tenggelam di bekas galian proyek yang berada di sebelah Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma.
Dalam kejadian itu, petugas melakukan evakuasi dan mendapati korban telah meninggal dunia. Peristiwa kedua terjadi pada 17 Oktober 2026. Seorang anak berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Siak. Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan, korban ditemukan pada hari berikutnya dalam kondisi meninggal dunia.
Martin mengatakan, BPBD bersama aparat gabungan telah melakukan upaya pencarian sejak hari kejadian. Namun, korban baru ditemukan sehari setelah dilaporkan tenggelam.
"Kami bersama tim gabungan melakukan pencarian pada hari kejadian. Kami temukan jasad korban satu hari setelahnya, korban sudah meninggal," ungkapnya, didampingi Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pekanbaru, Suhendri dikutip dari pekanbaru.go.id.
Berkaca pada kejadian tersebut, BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada ketika beraktivitas di sekitar sungai. Orangtua diminta memastikan anak-anak tidak bermain di tepian sungai tanpa pendampingan orang dewasa.
Pengawasan juga perlu dilakukan untuk mencegah anak-anak berenang di lokasi yang tidak aman, terlebih di area dengan kedalaman yang tidak diketahui atau arus yang berpotensi membahayakan.
Martin berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak sehingga kejadian tenggelam tidak kembali terulang di Kota Pekanbaru.