PEKANBARU - Pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan aktivitas titik panas (hotspot) masih terdeteksi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
Hingga Jumat (17/7/2026) sore, total terdapat 68 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau mencatat 16 titik panas, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah hotspot tertinggi setelah Sumatera Selatan yang mencapai 31 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, titik panas di Sumatera tersebar di beberapa provinsi.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Jumat (17/7/2026) sore, ada 68 titik," kata Mari Frystine.
Rincian sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan 31 titik, Riau 16 titik, Jambi 6 titik, Lampung 5 titik, Sumatera Barat 3 titik, Aceh 2 titik, Sumatera Utara 2 titik, Bangka Belitung 2 titik dan Kepulauan Riau 1 titik.
Di Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak. BMKG mencatat sebagian besar hotspot di provinsi ini berada di wilayah tersebut.
Adapun sebaran hotspot di Riau terdiri atas Kabupaten Bengkalis 14 titik, Kabupaten Siak 4 titik, Kabupaten Pelalawan 2 titik, Kabupaten Rokan Hulu 2 titikdan Kota Dumai 1 titik.
Data hotspot tersebut menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lapangan oleh instansi terkait.
BMKG bersama pemerintah daerah dan tim penanggulangan karhutla terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan titik panas sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya Riau.