PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 79 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera hingga Sabtu (4/7/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang empat titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, sebaran hotspot di Sumatera masih didominasi oleh Sumatera Selatan.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera hingga Sabtu sore terpantau sebanyak 79 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat empat titik panas yang tersebar di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Indragiri Hulu," ujar Ranti Kurniati.
Secara keseluruhan, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 31 titik.
Disusul Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 19 titik, Jambi 7 titik, Bengkulu dan Lampung masing-masing 5 titik, Riau 4 titik, Aceh dan Sumatera Barat masing-masing 3 titik, serta Sumatera Utara 2 titik.
Sementara itu, empat titik panas di Provinsi Riau tersebar di beberapa wilayah, yakni Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik.
Data hotspot yang dirilis BMKG menjadi salah satu indikator awal dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, keberadaan titik panas belum dapat dipastikan sebagai kejadian kebakaran dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot sebagai bagian dari sistem peringatan dini untuk mendukung upaya pencegahan karhutla, khususnya di wilayah yang memasuki musim kemarau.