PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Selasa (14/7/2026), terdeteksi 8 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah di Riau. Secara keseluruhan, Pulau Sumatera mencatat 41 hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, hasil pemantauan satelit menunjukkan bahwa Riau menjadi salah satu provinsi yang masih memiliki sebaran titik panas, meski jumlahnya masih berada di bawah Sumatera Selatan.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera hari ini berjumlah 41 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau sebanyak delapan titik," ujar Mari Frystine.
Ia menjelaskan, dari delapan hotspot tersebut, Kota Dumai menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yakni dua titik, sementara Kabupaten Pelalawan terdeteksi satu titik. Titik panas lainnya tersebar di beberapa daerah lain di Provinsi Riau.
Sementara itu, berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di Pulau Sumatera dengan 19 titik. Disusul Bangka Belitung sebanyak 6 titik, Jambi 5 titik, dan Lampung 3 titik.
Pemantauan hotspot dilakukan secara rutin menggunakan citra satelit sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama memasuki periode musim kemarau di sejumlah wilayah Sumatera.
Masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan kebakaran, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu munculnya kebakaran lebih luas.