PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan kondisi titik panas (hotspot) di Provinsi Riau masih dalam kategori relatif terkendali pada Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan pemantauan satelit, hanya terdapat tujuh hotspot yang tersebar di empat kabupaten.
Data tersebut menjadi bagian dari hasil pemantauan BMKG terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera yang secara keseluruhan mencatat 150 titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun mengatakan, Riau menyumbang sebagian kecil dari total hotspot yang terdeteksi di Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Rabu sore mencapai 150 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau sebanyak tujuh titik," ujar Anggun.
Dari tujuh hotspot tersebut, Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni empat titik.
Sementara masing-masing satu titik terpantau di Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, berdasarkan data BMKG, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 46 titik.
Posisi berikutnya ditempati Sumatera Selatan dengan 39 titik, kemudian Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 25 titik.
Adapun sebaran hotspot di provinsi lain meliputi Aceh sebanyak 10 titik, Lampung sembilan titik, Jambi enam titik, Sumatera Barat lima titik, dan Bengkulu tiga titik.