PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera kembali terpantau meningkat. Berdasarkan pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 116 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatera hingga Selasa (2/6/2026) sore.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, sebaran hotspot paling banyak ditemukan di Sumatera Selatan, disusul Aceh dan Bengkulu.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Selasa sore terpantau sebanyak 116 titik," ujar Putri Santy.
Dari data yang dirilis BMKG, Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 39 titik. Sementara itu, Aceh mencatat 21 titik, Bengkulu 13 titik, dan Sumatera Barat 10 titik.
Selain itu, hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lain, masing-masing Jambi 7 titik, Lampung 6 titik, Bangka Belitung 5 titik, dan Sumatera Utara 4 titik.
Di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi 11 titik panas yang tersebar di enam kabupaten dan kota. Temuan ini menjadi perhatian mengingat sebagian wilayah Riau mulai memasuki periode cuaca yang lebih kering.
"Untuk wilayah Riau terpantau 11 titik panas yang tersebar di beberapa daerah," kata Putri.
Berdasarkan rincian data BMKG, sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik dan Kota Dumai 1 titik.
Keberadaan hotspot belum tentu menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, titik panas menjadi indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran melalui pantauan satelit.