PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mengalami penurunan pada Senin (29/6/2026) sore.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit, total terdeteksi 89 titik panas yang tersebar di delapan provinsi.
Dari keseluruhan wilayah, Sumatera Selatan masih menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 42 titik, disusul Bengkulu sebanyak 12 titik dan Jambi sebanyak 10 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau tercatat hanya memiliki lima titik panas, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kuantan Singingi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru, hotspot di Riau tersebar di tiga kabupaten.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Senin sore terpantau sebanyak 89 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Kuantan Singingi tiga titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir satu titik," ujar Alfa Nataris.
Secara keseluruhan, distribusi titik panas di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan 42 titik, Bengkulu 12 titik, Jambi 10 titik, Lampung 8 titik, Bangka Belitung 7 titik, Riau 5 titik, Sumatera Barat 4 titik dan Kepulauan Riau 1 titik.
Data hotspot yang dirilis BMKG merupakan hasil deteksi satelit terhadap indikasi suhu permukaan yang lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya.
Keberadaan titik panas tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun menjadi indikator awal yang perlu dipantau lebih lanjut oleh instansi terkait melalui verifikasi lapangan.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mendukung upaya mitigasi dini terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memasuki periode cuaca kering.