PEKANBARU - Jumlah titik panas (*hotspot*) di Provinsi Riau kembali terpantau meningkat pada Jumat (26/6/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, sebanyak 17 titik panas terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota, dengan Kabupaten Rohil menjadi wilayah yang mencatat jumlah terbanyak.
Data tersebut merupakan bagian dari pemantauan satelit yang dilakukan terhadap seluruh wilayah Pulau Sumatera.
Secara keseluruhan, terdapat 103 titik panas yang tersebar di 10 provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi mengatakan, Riau menjadi salah satu provinsi yang masih mencatat keberadaan hotspot meski jumlahnya belum menjadi yang tertinggi di Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Jumat (26/6/2026) sore terpantau sebanyak 103 titik, dengan Riau terdapat 17 titik panas," ujar Gita Dewi.
Di Provinsi Riau, sebaran hotspot meliputi Kabupaten Rokan Hilir 6 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 5 titik, Kabupaten Siak 2 titik, Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik dan Kabupaten Rokan Hulu 1 titik.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 36 titik.
Disusul Bengkulu dan Jambi yang masing-masing mencatat 14 titik, kemudian Kepulauan Bangka Belitung sebanyak \13 titik.
Adapun rincian hotspot di provinsi lainnya meliputi Sumatera Barat sebanyak 8 titik, Sumatera Utara 7 titik, Aceh 3 titik, serta Lampung dan Kepulauan Riau masing-masing 1 titik.
Keberadaan hotspot merupakan indikator awal yang digunakan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, titik panas yang terdeteksi melalui satelit masih memerlukan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah benar merupakan kejadian kebakaran.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap potensi karhutla, terutama memasuki periode cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah Sumatera.