PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mempercepat penanganan kerusakan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak melalui pola kolaborasi bersama puluhan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Skema kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki jalur yang selama ini menjadi urat nadi distribusi hasil industri, mulai dari kelapa sawit, kayu, hingga aktivitas logistik menuju kawasan industri Perawang dan Jalur Lintas Timur Sumatera.
Plt Kadis PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, pemerintah provinsi menangani perbaikan sepanjang satu kilometer menggunakan anggaran daerah, sedangkan sisa pekerjaan dilaksanakan melalui dukungan sektor swasta.
"Dinas PUPR-PKPP Riau melakukan penanganan sepanjang 1 kilometer dari total kerusakan Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur. Sisanya kami menggandeng pihak swasta," ujar Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, penggunaan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton dipilih agar jalan memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
Ruas jalan ini menjadi jalur utama mobilitas industri, terutama angkutan tandan buah segar kelapa sawit, kayu log, arus kendaraan logistik, serta distribusi barang dari kawasan industri Perawang menuju Jalur Lintas Timur.
Sebanyak 24 perusahaan ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Perusahaan-perusahaan itu berasal dari sektor migas, perkayuan, perkebunan sawit, transportasi, hingga industri pulp dan kertas.
Beberapa di antaranya adalah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pelindo, Surya Inti Raya, Maredan Sejati Surya Plantation, Indah Kiat Pulp and Paper, Arara Abadi Group dan PTPN IV Regional III.
Kemudian, Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Ivo Mas Tunggal, Siak Prima Sakti, Kimia Tirta Utama, Teguhkarsa Wanalestari, Libo Sawit Perkasa, Berlian Inti Mekar, hingga Bijin Kumita Mutiara.
Untuk mempercepat pelaksanaan, perusahaan dibagi ke dalam empat klaster yang masing-masing bertanggung jawab memperbaiki sekitar 700 meter ruas jalan.
Klaster Migas dipimpin PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan dijadwalkan mulai bekerja pada Agustus dengan target awal sepanjang 500 meter.
Sementara itu, Klaster Perkayuan yang dikoordinasikan PT Arara Abadi mulai melakukan pekerjaan pada Oktober dengan panjang penanganan tahap pertama sekitar 500 meter.
Klaster Sawit yang dipimpin PT Surya Inti Raya serta Klaster Transportasi di bawah koordinasi Pelindo juga dijadwalkan memulai pekerjaan pada Oktober mendatang.
Di sisi lain, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni dari titik STA 0+100 atau setelah pintu keluar jalan tol.
"Target pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP selesai pada Desember. Total perbaikan jalan tahun ini mencapai sekitar 3,4 kilometer, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan," jelas Zulfahmi.
Perbaikan sepanjang satu kilometer yang dikerjakan pemerintah menggunakan konstruksi beton membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar.
Sementara kontribusi dari perusahaan-perusahaan yang terlibat diperkirakan mencapai Rp28 miliar, sehingga total investasi penanganan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur tahun ini mencapai sekitar Rp38 miliar.
Zulfahmi berharap pola kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha tersebut dapat menjadi model pembangunan infrastruktur di wilayah lain di Riau.
"Kita memang mengharapkan kolaborasi seperti itu. Terima kasih kepada perusahaan yang telah menjalin kerja sama ini. Ke depannya akan terus kita tingkatkan," tutupnya.