PEKANBARU - Baru beberapa bulan diperbaiki, sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru kembali mengalami kerusakan. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena perbaikan yang dilakukan dinilai belum diiringi dengan pengawasan dan pemeliharaan yang maksimal.
Sejumlah titik jalan yang sebelumnya ditambal sulam kini kembali berlubang. Di antaranya berada di Jalan Delima, tepatnya di depan Alfamart, kemudian di tanjakan dan turunan Jalan Lobak, beberapa titik di Jalan Rajawali hingga tembus ke Jalan Srikandi Ujung, Jalan Pelajar, serta sejumlah ruas lainnya.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Arifin Ahmad, Jalan HR Soebrantas, Jalan Soekarno Hatta, dan beberapa ruas jalan lainnya yang menjadi jalur padat kendaraan.
Afandi, warga Jalan Delima, mengaku lubang di ruas jalan tersebut telah menyebabkan banyak pengendara terjatuh.
"Kita berharap, Pemko atau Pemprov, secepatnya merespon keluhan masyarakat ini. Jangan tunggu jatuh korban lagi, apalagi sampai meninggal dunia," katanya, Minggu (28/6/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka meminta agar perbaikan jalan tidak lagi dilakukan sekadar tambal sulam yang kualitasnya tidak bertahan lama.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel SH MH, meminta Dinas PUPR segera memetakan seluruh titik jalan yang rusak dan melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Menurutnya, perbaikan tidak boleh lagi hanya mengandalkan metode tambal sulam, terutama pada ruas jalan dengan volume kendaraan yang tinggi.
Ia menilai kualitas tambal sulam selama ini tidak mampu bertahan lama sehingga hanya dalam hitungan pekan, lubang kembali muncul di lokasi yang sama.
"Harus segera diperbaiki, supaya tidak meluas. Kita tekan di sini, perbaikan jalan itu tidak boleh bersifat sementara," tegasnya.
Politisi senior Golkar tersebut juga menyebut tambal sulam yang cepat rusak justru menjadi pemborosan anggaran karena pemerintah harus berulang kali mengalokasikan biaya untuk perbaikan di titik yang sama.
Karena itu, ia meminta Dinas PUPR memberikan perhatian serius terhadap kualitas pekerjaan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Menurutnya, jalan berlubang tidak hanya merugikan dari sisi anggaran, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat hujan ketika lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
"Jadi, pemeliharaan jalan itu penting. Tidak hanya memperbaiki saja. Karena masih ada tanggung jawab kontraktor pelaksana, sehingga jika rusak bisa diperbaiki lagi," sebutnya.