PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Sumatera masih menjadi perhatian.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, sebanyak 41 titik panas terdeteksi di Pulau Sumatera pada Sabtu (13/6/2026) sore.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengatakan, sebaran titik panas tersebut ditemukan di beberapa provinsi dengan jumlah yang bervariasi.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada sore ini terpantau sebanyak 41 titik," kata Bella Rizky Adelia.
Dari total tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 16 titik. Disusul Jambi dengan 10 titik dan Lampung sebanyak lima titik.
Sementara itu, Provinsi Riau tercatat memiliki lima titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Rinciannya, satu titik berada di Kabupaten Bengkalis, dua titik di Kabupaten Pelalawan, dan dua titik lainnya di Kabupaten Rokan Hilir.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi tiga titik panas di Bangka Belitung, satu titik di Sumatera Barat, serta satu titik di Sumatera Utara.
Data hotspot ini menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki periode cuaca yang cenderung lebih kering di sejumlah daerah.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala guna mendukung upaya deteksi dini serta penanganan potensi kebakaran di wilayah rawan.