PEKANBARU - Aktivitas titik panas (hotspot) masih terpantau di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Selasa (9/6/2026) sore, tercatat sebanyak 27 titik panas tersebar di delapan provinsi.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, hasil pemantauan satelit menunjukkan titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dengan konsentrasi terbanyak berada di Sumatera Selatan.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Selasa sore terpantau sebanyak 27 titik," ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, sebaran hotspot di Sumatera meliputi Aceh sebanyak tujuh titik, Kepulauan Riau satu titik, Jambi dua titik, Lampung satu titik, Sumatera Barat satu titik, Sumatera Selatan delapan titik, Bangka Belitung dua titik dan Riau lima titik.
Khusus di Riau, titik panas terdeteksi masing-masing dua titik di Kabupaten Kuantan Singingi, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.
Meskipun jumlah hotspot di Riau masih relatif rendah dibandingkan beberapa provinsi lain, keberadaan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi menjadi indikator awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat cuaca kering berlangsung dalam beberapa hari ke depan.