PEKANBARU - Upaya mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau tampaknya terus membuahkan hasil positif.
Saat sejumlah wilayah di Pulau Sumatera mulai mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot), langit Bumi Lancang Kuning dilaporkan masih bersih dari indikasi kebakaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pekanbaru pada Senin (18/5/2026) sore hanya mendeteksi 8 titik panas yang tersebar di lima provinsi, namun Riau berada di angka nol.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati memaparkan, wilayah Sumatera Selatan saat ini menjadi penyumbang hotspot terbanyak di bagian selatan pulau.
"Total titik panas atau hotspot untuk wilayah Sumatera hingga Senin sore ini tercatat ada 8 titik. Sebaran utamanya berada di Sumatera Selatan dengan 4 titik," ungkapnya.
Selain Sumatera Selatan, beberapa provinsi tetangga juga mulai menunjukkan aktivitas riak panas, meski dalam skala kecil.
Provinsi Sumatera Barat mendeteksi 2 titik panas, sementara Aceh dan Bengkulu masing-masing menyumbang 1 titik panas.
Keberhasilan Riau mencatatkan status 'nihil' atau bebas titik panas pada pertengahan Mei 2026 ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat.
Kendati demikian, pihak BMKG tetap mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dan satgas karhutla tidak lengah, mengingat dinamika cuaca di Sumatera yang kerap berubah dengan cepat.
Sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi, Sumatera Selatan 4 Titik, Sumatera Barat 2 Titik, Aceh 1 Titik dan Bengkulu 1 Titik.
Nihilnya titik panas di Riau hari ini diharapkan terus bertahan seiring dengan kombinasi kesiapan tim lapangan dan pola cuaca lokal yang masih mendukung kelembapan tanah di area rawan gambut.