KUANSING – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby secara resmi membuka Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional yang telah menjadi identitas daerah sekaligus hiburan rakyat.
Pembukaan festival yang dipusatkan di Halaman Kantor Camat Inuman berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir sebelum perlombaan dimulai.
"Saya bangga atas antusias masyarakat yang hadir dan mendukung terlaksananya event pacu jalur tahunan di Sungai Kuantan," kata Suhardiman Amby.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi seluruh pihak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, panitia, serta pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara tersebut.
Pembukaan Pacu Jalur Rayon I Inuman dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya daerah yang ditampilkan sebelum perlombaan berlangsung.
"Mari kita sukseskan dan jaga sportivitas," ujar Suhardiman.
Ia menegaskan, tradisi Pacu Jalur merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang harus terus dipertahankan. Selain menjadi aset budaya daerah, tradisi tersebut juga berfungsi sebagai hiburan rakyat sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarmasyarakat.
Menurutnya, Pacu Jalur tidak hanya sekadar perlombaan mendayung, tetapi telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kuansing yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Tradisi tersebut juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat persatuan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang berbudaya.
Suhardiman menambahkan, pelaksanaan Pacu Jalur Tahun 2026 memiliki makna strategis bagi Kabupaten Kuantan Singingi. Pasalnya, pada tahun yang sama Kuansing juga dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44.
Menurutnya, kedua agenda besar tersebut harus menjadi kebanggaan bersama dan dilaksanakan dengan baik agar berjalan sukses dan lancar.
"Pacu Jalur adalah identitas daerah kita, sedangkan MTQ memperkuat nilai-nilai keislaman," ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemilik jalur, tokoh adat, generasi muda hingga masyarakat Kuansing yang berada di perantauan untuk terus menjaga kekompakan demi menyukseskan berbagai agenda daerah sepanjang tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon I Inuman, Emri Nofdiles, melaporkan sebanyak 47 jalur dari berbagai desa dan kecamatan ambil bagian dalam perlombaan tahun ini.
Untuk memacu semangat peserta, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp76,5 juta yang akan diperebutkan para pemenang. Ia berharap seluruh peserta dapat bertanding secara sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.
Di sisi lain, Camat Inuman, Suparman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pacu Jalur tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga berperan dalam mempererat hubungan sosial serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat di daerah.