www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BMKG: Hujan lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Pekanbaru dan Sekitarnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Air Kolam Ikan Keruh, Polisi Tindak Tambang Emas Ilegal di Sungai Tonam Kuansing
Minggu, 14 Juni 2026 - 16:03:00 WIB
Pemusnahan rakit PETI di Kuansing.(ilustrasi/int)
Pemusnahan rakit PETI di Kuansing.(ilustrasi/int)

KUANSING – Dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Tonam, Desa Pulau Baru Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, memicu keresahan warga.

Sejumlah petani ikan mengeluhkan sumber air kolam budidaya mereka berubah keruh, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Menanggapi laporan tersebut, jajaran Polsek Kuantan Tengah bergerak melakukan penertiban di lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas tambang emas ilegal pada Jumat (12/6/2026) sore.

Operasi dipimpin Panit Opsnal Intel Polsek Kuantan Tengah, Ipda Jufri Oktavianus Lumban Gaol SH, bersama sejumlah personel kepolisian dan didampingi para pemilik kolam ikan yang terdampak langsung.

Saat melakukan pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan enam unit rakit dompeng yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI.

Seluruh rakit ditemukan dalam keadaan tidak beroperasi dan telah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Untuk mencegah sarana tersebut digunakan kembali dalam kegiatan penambangan ilegal, petugas mengambil tindakan tegas dengan merusak dan membakar seluruh rakit di lokasi penemuan.

Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Kuantan Tengah, AKP Linter Sihaloho menegaskan, langkah penertiban dilakukan sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat yang merasakan dampak langsung dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

"Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan keluhan masyarakat, khususnya para petani kolam ikan yang merasakan dampak keruhnya sumber air," ucap AKP Linter Sihaloho, Minggu (14/6/2026).

"Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah," sambungnya.

Menurutnya, praktik PETI tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada kualitas air untuk kegiatan budidaya ikan maupun kebutuhan lainnya.

Karena itu, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak terlibat dalam aktivitas penambangan tanpa izin dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi PETI di wilayah masing-masing.

Pada hari yang sama, upaya pengawasan terhadap aktivitas tambang emas ilegal juga dilakukan oleh Polsek Kuantan Mudik.

Tim melakukan pengecekan di Desa Setiang, Kecamatan Pucuk Rantau, yang sebelumnya diduga menjadi lokasi PETI.

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar itu tidak menemukan aktivitas penambangan yang sedang berlangsung.

Namun, petugas mendapati sebuah kerangka rakit yang diduga pernah digunakan untuk mendukung kegiatan PETI.

Agar tidak kembali dimanfaatkan, kerangka rakit tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar di lokasi.

AKP Riduan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin dan menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan masyarakat terkait dugaan aktivitas tambang emas ilegal.

"Kami berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI," ucap AKP Riduan.

"Pada pengecekan kali ini memang tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan, namun kami menemukan kerangka rakit yang kemudian langsung dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali," tukasnya.

Polisi menilai penertiban PETI merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai, mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas, serta melindungi sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada kualitas sumber daya alam di wilayah Kuansing.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi BMKG memprediksi hujan di sebagian besar Riau (foto/int)BMKG: Hujan lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Pekanbaru dan Sekitarnya
Ilustrasi Sumsel dominasi hotspot Sumatera, Riau tercatat nihil (foto/int)Riau Nihil Karhutla, Sumatera Selatan Catat 75 Hotspot
Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
  Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru naik (foto/int)Sempat Merosot, Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Selasa Ini
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved