PEKANBARU – Dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang disebut-sebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi berita yang paling banyak menarik perhatian pembaca dalam 24 jam terakhir.
Dirangkum halloriau, penundaan pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri di Pekanbaru serta meninggalnya Gajah Sumatera bernama Indro di Taman Nasional Tesso Nilo juga masuk dalam deretan berita terpopuler.
Kabar mengenai dugaan OTT di Kuansing terus menjadi sorotan setelah beredar informasi bahwa Bupati Kuansing Suhardiman Amby berada di Mapolres Kuansing, Senin (29/6/2026). Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari KPK maupun kepolisian yang membenarkan adanya operasi tersebut ataupun menjelaskan keberadaan Suhardiman Amby.
Suasana Mapolres Kuansing tampak lebih ketat dari biasanya. Personel Brimob menjaga akses menuju halaman Mapolres dan awak media tidak diperkenankan masuk.
Petugas jaga Mapolres Kuansing, Iptu Febri, mengatakan, "Tidak boleh masuk, Pak Kapolres ada tamu. Jika mau jumpa Kasi Humas, dia ada di Polsek Kuantan Tengah."
Sementara itu, Kasi Humas Polres Kuansing, Iptu A. Razak, mengaku tidak mengetahui alasan pembatasan akses tersebut.
Hingga berita diterbitkan, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana maupun KPK belum memberikan pernyataan resmi sehingga informasi mengenai dugaan OTT tersebut masih menunggu konfirmasi. Namun informasi yang didapat media, Bupati Suhardiman Amby sudah diangkut ke Polda Riau.
Berita lain yang juga mendapat perhatian adalah penundaan pengumuman hasil seleksi SPMB SMP Negeri Kota Pekanbaru. Keputusan itu diambil karena panitia masih melakukan verifikasi data terhadap seluruh pendaftar yang jumlahnya mencapai 11.206 siswa, meningkat dibandingkan 9.945 pendaftar pada tahun lalu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menjelaskan, "Kami juga ingin memastikan hak setiap calon murid untuk mendapatkan akses pendidikan tetap terpenuhi secara optimal. Maka panitia membutuhkan tambahan waktu guna melakukan verifikasi berkas persyaratan secara detail dan menyeluruh."
Selain verifikasi berkas, Dinas Pendidikan juga melakukan sinkronisasi data dengan sekolah swasta mitra agar seluruh calon peserta didik dapat tertampung.
"Agar tidak ada anak yang putus sekolah dan panitia berkomitmen agar tidak ada murid yang telah mendaftar berakhir tidak tertampung, terlebih saat ini ketersediaan kuota secara sistem masih sangat mencukupi," ulasnya.
Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan melalui laman resmi SPMB Pekanbaru karena pemerintah memastikan proses seleksi berlangsung transparan dan akuntabel.
Sementara itu, kabar duka datang dari Taman Nasional Tesso Nilo. Gajah Sumatera jinak bernama Indro, yang menjadi bagian dari Tim Elephant Flying Squad, mati pada usia 45 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan yang diduga dipicu penurunan nafsu makan setelah melewati fase musth.
Balai Taman Nasional Tesso Nilo telah melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab pasti kematian Indro melalui pemeriksaan laboratorium.
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sumantoro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya merawat Indro.
"Balai Taman Nasional Tesso Nilo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan kerja keras para mahout, tim medis, Balai Besar KSDA Riau serta seluruh pihak yang telah berupaya maksimal dalam merawat gajah Indro selama masa kritisnya," ujar Heru.
Menurutnya, kepergian Indro menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi karena selama bertahun-tahun berperan penting dalam mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di kawasan Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo juga menegaskan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat upaya perlindungan dan perawatan Gajah Sumatera yang kini berstatus sangat terancam punah.