www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Camat Aktif hingga Penyuluh ASN Masuk Radar Kasus Pupuk Subsidi Rp 34,3 Miliar di Pelalawan
Senin, 19 Januari 2026 - 10:11:41 WIB
Para tersangka kasus dugaan korupsi pupuk subsidi yang sudah dieksekusi Kejari Pelalawan.(foto: int)
Para tersangka kasus dugaan korupsi pupuk subsidi yang sudah dieksekusi Kejari Pelalawan.(foto: int)

PELALAWAN - Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan membongkar praktik korupsi pupuk subsidi periode 2019-2022 terus berlanjut.

Tim penyidik kembali memanggil sejumlah saksi kunci yang dinilai berpotensi memperluas daftar tersangka dalam perkara yang merugikan negara hingga Rp34,3 miliar.

Pemeriksaan lanjutan ini menyasar pihak-pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan distribusi pupuk subsidi di tiga kecamatan, yakni Bandar Petalangan, Bunut dan Pangkalan Kuras.

Penyidik berupaya mengurai pola penyelewengan yang diduga berlangsung sistematis selama empat tahun.

Kasi Pidsus Kejari Pelalawan, Eka Mulia Putra menegaskan, pemanggilan ulang dilakukan terhadap saksi yang sebelumnya mangkir dari pemeriksaan.

“Kami sudah mengirimkan kembali surat panggilan kepada mereka yang tidak hadir pada pemeriksaan sebelumnya,” ujar Eka Mulia Putra, Senin (19/1/2026).

Saksi Mangkir Disebut Calon Tersangka

Dua saksi yang tidak memenuhi panggilan pekan lalu diketahui merupakan pengecer pupuk dan penyuluh pertanian DKPTPH Pelalawan.

Keduanya beralasan sakit, namun menurut sumber internal penyidik, posisi mereka sangat krusial dalam rantai penyelewengan pupuk subsidi.

“Dua orang ini sebenarnya sudah masuk daftar calon tersangka. Seharusnya ditetapkan bersamaan dengan 14 tersangka lain, namun karena tidak hadir, penetapan ditunda,” ungkap seorang sumber.

Salah satu saksi bahkan diketahui berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menjabat sebagai camat aktif di wilayah Pelalawan bagian selatan.

Namanya telah lama disebut sebagai aktor penting dalam permainan pupuk subsidi di Kecamatan Bandar Petalangan dan Bunut.

Penyidikan Masih Berkembang

Selain dua saksi tersebut, Kejari Pelalawan juga memanggil penyuluh pertanian tingkat kecamatan, tim verifikasi dan validasi, serta sejumlah pejabat Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan.

Bahkan, kepala dinas DKPTPH sejak 2019 hingga saat ini turut dijadwalkan menjalani pemeriksaan guna melengkapi berkas penyidikan.

“Kami masih terus mendalami dan akan memanggil saksi-saksi lain yang terkait untuk membuka secara terang kasus ini,” tambah Eka.

16 Tersangka, Mayoritas Ditahan

Hingga kini, Kejari Pelalawan telah menetapkan 16 tersangka, terdiri dari penyuluh pertanian PNS, pengecer, hingga distributor pupuk subsidi.

Dari jumlah tersebut, 15 tersangka telah ditahan, sementara satu orang tidak ditahan karena pertimbangan kesehatan.

Rinciannya, Bandar Petalangan Penyuluh ASN dan pengecer, termasuk oknum PNS aktif. Bunut dua penyuluh PNS dan tiga pengecer. Kemudian, Pangkalan Kuras, satu penyuluh PNS dan empat pengecer, termasuk distributor perempuan yang lebih dulu ditangkap di Pekanbaru.

Kerugian Negara Capai Rp 34,3 Miliar

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Riau, total kerugian negara akibat penyelewengan pupuk subsidi mencapai Rp34.368.779.915,45.

Rinciannya, Bandar Petalangan Rp6,2 miliar, Bunut Rp9,2 miliar dan Pangkalan Kuras Rp18,9 miliar.

Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi sektor pertanian terbesar di Riau dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi menyeret lebih banyak pihak.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved