www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
11 Seri Tersisa, Siapa Paling Berpeluang Jadi Juara Dunia MotoGP 2026?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Bukan Sekadar Bantuan Alat, Program KAPASITAS Perkuat Layanan Ibu dan Anak di Siak
Minggu, 02 Agustus 2026 - 17:12:17 WIB
Closing Ceremony Program KAPASITAS kolaborasi antara PT RAPP dengan Pemkab Siak.(foto: istimewa)
Closing Ceremony Program KAPASITAS kolaborasi antara PT RAPP dengan Pemkab Siak.(foto: istimewa)

SIAK - Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Siak, Riau, menunjukkan perkembangan signifikan.

Setelah berjalan selama satu tahun, Program KAPASITAS berhasil mendorong lima puskesmas dampingan mencapai tingkat kepatuhan pelayanan di atas 90 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan dunia usaha dalam memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mendukung pencegahan stunting hingga tingkat kampung.

Program KAPASITAS merupakan kerja sama antara PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari APRIL Group, Pemerintah Kabupaten Siak, dan DokterSHARE.

Hasil pelaksanaan program selama satu tahun disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Hasil dan Closing Ceremony Program KAPASITAS di Siak, Kamis (30/7/2026).

Program yang dimulai sejak Juni 2025 tersebut menyasar lima puskesmas, yakni Puskesmas Dayun, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Koto Gasib, dan Sungai Mandau. Pendampingan juga mencakup 13 puskesmas pembantu (Pustu).

Intervensi dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, supervisi pelayanan kesehatan ibu dan anak, penguatan sistem rujukan, hingga pemberdayaan kader Posyandu dan pemerintah kampung.

Hasil supervisi fasilitatif menunjukkan seluruh puskesmas dampingan mampu mencatat kepatuhan pelayanan lebih dari 90 persen.

Puskesmas Dayun dan Lubuk Dalam menjadi yang tertinggi dengan capaian masing-masing 98,90 persen.

Sementara itu, tingkat kepatuhan pelayanan di Puskesmas Koto Gasib mencapai 97,06 persen, disusul Kerinci Kanan sebesar 97,05 persen dan Sungai Mandau sebesar 95,96 persen.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan yang dibarengi pembenahan sistem pelayanan dapat memberikan dampak terhadap kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat primer.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdaldukkb) Kabupaten Siak, dr Handry menilai, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, persoalan kesehatan ibu dan anak hingga pencegahan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

"Program ini membantu memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas. Kami juga mengapresiasi dukungan RAPP melalui bantuan alat kesehatan berupa USG kepada lima puskesmas, yang sangat membantu pemantauan kesehatan ibu hamil dan meningkatkan kualitas pelayanan KIA," ujar dr Handry.

Dukungan fasilitas berupa alat ultrasonografi (USG) menjadi salah satu bagian penting dari program.

Keberadaan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan melakukan pemantauan kondisi ibu hamil secara lebih optimal.

Selain aspek sarana, program juga memberikan perhatian terhadap sistem rujukan dan kesiapan fasilitas pelayanan.

Hasil evaluasi menjadi bahan masukan untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk kebutuhan ruang persalinan, ketersediaan obat-obatan, serta kelengkapan alat kesehatan.

Staf Ahli Bupati Siak Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fakhrurrozi memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah dilakukan.

Menurutnya, dukungan dunia usaha dapat menjadi penguat bagi pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan dasar.

Ia berharap model pendampingan tersebut tidak berhenti pada lima puskesmas, tetapi dapat diperluas ke wilayah lainnya.

"Program ini baru menjangkau lima puskesmas. Ke depan kami berharap cakupannya dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ucap Fakhrurrozi.

"Kolaborasi seperti ini menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," sambungnya.

Dorongan perluasan cakupan menjadi penting mengingat layanan kesehatan primer merupakan pintu pertama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Semakin kuat kapasitas puskesmas dan jejaringnya, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh layanan yang cepat, berkualitas, dan berkesinambungan.

Strategic Planning Manager Community Development Department RAPP, Amal Fatullah Randy, mengatakan penguatan sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, Program KAPASITAS dikembangkan dengan semangat kolaborasi dan sejalan dengan filosofi 5C yang mencakup Community, Country, Climate, Customer dan Company.

"Bidang kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga menjadi salah satu prioritas program tanggung jawab sosial perusahaan," sebut Amal Fatullah.

"Kami percaya pelayanan kesehatan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi. Karena itu, kami hadir untuk memperkuat peran pemerintah dan tenaga kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik dan berkelanjutan," tambahnya.

Program KAPASITAS juga menjadi bagian dari Program Puskesmas Prima yang memiliki target pendampingan terhadap 43 puskesmas di Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, dan Kuantan Singingi.

Selama satu tahun pelaksanaan, sebanyak 15 tenaga kesehatan mendapatkan penguatan kapasitas. Dukungan sarana berupa USG juga disalurkan kepada lima puskesmas binaan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Meski memasuki tahap akhir, dampak program diharapkan tetap berlanjut melalui sistem dan kapasitas yang telah dibangun bersama.

"Meskipun Program KAPASITAS telah memasuki tahap akhir, kami berharap manfaatnya dapat terus berlanjut. Fondasi yang telah dibangun bersama diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting hingga ke tingkat kampung," tutur Amal.

Dengan capaian kepatuhan layanan yang seluruhnya berada di atas 90 persen, Program KAPASITAS menunjukkan bahwa penguatan layanan kesehatan primer membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada fasilitas, tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan sistem rujukan, serta keterlibatan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Siak untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting dari tingkat puskesmas hingga kampung.(rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Klasemen sementara MotoGP 2026.(foto: int)11 Seri Tersisa, Siapa Paling Berpeluang Jadi Juara Dunia MotoGP 2026?
Bus Hino RM 280 ABS Retarder.(foto: detik.com)Tekan Risiko Rem Blong, Hino RM 280 ABS Retarder Andalkan Retarder Elektromagnetik
Helikopter water bombing padamkan karhutla di Pelalawan.(ilustrasi/int)Mak Teduh dan Kerumutan Menyala Akibat Karhutla,  3 Helikopter Water Bombing Terbang ke Pelalawan
Closing Ceremony Program KAPASITAS kolaborasi antara PT RAPP dengan Pemkab Siak.(foto: istimewa)Bukan Sekadar Bantuan Alat, Program KAPASITAS Perkuat Layanan Ibu dan Anak di Siak
Pemko Pekanbaru siapkan agenda retreat untuk RT-RW se-Kota Pekanbaru.(foto: pekanbaru.go.id)RT-RW Terpilih di 15 Kecamatan se-Kota Pekanbaru Bakal Jalani Retreat 1 Malam
  BPBD dan LPP Agro Nusantara gelar pelatihan pemetaan perkebunan di Riau (foto/ist)BPDP dan LPP Agro Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Swadaya Lewat Pelatihan Pemetaan di Riau
BRK Syariah.(foto: int)Hanya Dua Kandidat, Ini Nama yang Berebut Kursi Direktur Utama BRK Syariah
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)25 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan Paling Banyak
Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: int)Disebut Tak Berani Periksa Raja Juli Antoni, KPK: Penyidikan Berdasarkan Bukti, Bukan Adu Nyali
Mimi Yuliani Nazir.(foto: int)Mimi Yuliani Nazir Pensiun, Supaiman Jadi Plt Kepala Dinas PKH Riau
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved