SIAK - Setelah bertahun-tahun hidup tanpa pasokan listrik, warga Dusun Bedeng, Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, akhirnya dapat menikmati aliran listrik dari PT PLN.
Lebih dari 50 rumah beserta fasilitas umum di wilayah tersebut kini telah tersambung ke jaringan listrik, menandai berakhirnya penantian panjang masyarakat.
Keberhasilan menghadirkan listrik ke kawasan tersebut menjadi salah satu capaian pembangunan Pemerintah Kabupaten Siak di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Bupati Siak, Afni Z mengatakan, kebahagiaan masyarakat menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus menghadirkan pelayanan dasar hingga ke wilayah terpencil.
"Alhamdulillah masyarakat sudah bisa tersenyum. Rumah warga, masjid, semuanya sudah dialiri listrik PLN," ujar Afni, Senin (6/7/2026).
Menurut Afni, dirinya masih mengingat kondisi Dusun Bedeng saat pertama kali berkunjung. Kala itu akses menuju lokasi cukup sulit dan masyarakat belum menikmati layanan listrik.
Kini, perubahan mulai dirasakan warga setelah jaringan PLN berhasil menjangkau kawasan tersebut.
Dengan beroperasinya jaringan listrik di Dusun Bedeng, Pemerintah Kabupaten Siak mencatat kini hanya tersisa dua dusun yang belum memperoleh layanan listrik PLN, yakni Dusun Rimbo Cempedak dan Dusun Bukit Keramat.
Kedua wilayah tersebut telah masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah agar segera mendapatkan penyambungan jaringan listrik sehingga pemerataan pelayanan dasar dapat terus berlanjut.
Afni menegaskan keterbatasan fiskal bukan alasan untuk menghentikan pembangunan.
Pemerintah daerah terus mencari berbagai alternatif pendanaan yang tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kalau tidak ada APBD, kami cari alternatif lain yang tidak menyalahi aturan. Yang penting masyarakat tetap merasakan manfaat pembangunan," katanya.
Upaya serupa juga diterapkan pada sektor infrastruktur jalan. Pemkab Siak mulai melakukan perawatan jalan poros Kemuning Muda di Kecamatan Bunga Raya agar tetap dapat digunakan masyarakat.
Perbaikan yang dilakukan saat ini difokuskan pada penutupan lubang dan perbaikan titik-titik kerusakan sambil menunggu kondisi keuangan daerah memungkinkan pembangunan secara permanen.
"Yang penting fungsional dulu. Kita memang belum punya anggaran untuk mengaspalnya," jelas Afni.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah mulai merehabilitasi bangunan Sekolah Dasar beserta ruang guru di Kampung Teluk Lanus yang termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menariknya, proyek tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaannya.
Model pembiayaan serupa juga tengah disiapkan untuk pembangunan ruang guru di Tanjung Pal agar kebutuhan fasilitas pendidikan tetap dapat dipenuhi tanpa memberikan beban tambahan terhadap keuangan daerah.
Selain memaksimalkan sumber pembiayaan non-APBD, Afni juga aktif memperjuangkan dukungan pemerintah pusat.
Dalam kunjungan kerjanya ke Jakarta, ia bertemu dengan Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara untuk menyampaikan berbagai kebutuhan kawasan transmigrasi di Kabupaten Siak.
Usulan yang dibahas mencakup pengembangan sektor pertanian, perkebunan, hingga infrastruktur. Pada kesempatan tersebut, Afni juga mengundang Menteri Transmigrasi untuk berkunjung langsung ke Kabupaten Siak.
Tak hanya itu, ia menggelar sejumlah pertemuan dengan calon investor guna mendorong masuknya investasi, khususnya pada kawasan industri yang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap APBD.
"Berbagai ikhtiar terus kami lakukan. Kami sadar masih banyak harapan masyarakat yang belum bisa kami penuhi, tetapi kami tidak akan berhenti mencari solusi agar pembangunan benar-benar sampai ke pelosok kampung," tutup Afni.