www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Permata CAI 2026: LDII Rohil Perkuat Karakter Pemuda Religius dan Profesional
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Bukan Sekadar Angka, Diskes Rohil Sorot Pentingnya Data Akurat Perangi Stunting
Kamis, 30 Juli 2026 - 22:18:32 WIB
Kadiskes Rohil, Afridah.(foto: afrizal/halloriau.com)
Kadiskes Rohil, Afridah.(foto: afrizal/halloriau.com)

BAGANSIAPIAPI – Upaya menekan angka stunting dan kematian ibu serta bayi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memasuki tahap penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dinas Kesehatan (Diskes) Rohil menggelar rapat koordinasi implementasi jejaring 2026 dengan melibatkan camat, kepala puskesmas, serta jajaran Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (30/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel di Bagansiapiapi itu tidak hanya membahas program kesehatan, tetapi juga menyoroti pentingnya kualitas data sebagai dasar pemerintah dalam menentukan arah kebijakan penanganan stunting.

Kadiskes Rohil, Afridah mengatakan, akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program penurunan stunting berjalan tepat sasaran.

Karena itu, keterlibatan seluruh jajaran hingga tingkat kecamatan dan desa dinilai sangat diperlukan.

“Koordinasi ini penting agar seluruh lini, mulai dari kecamatan hingga desa, dapat berperan aktif dalam pengukuran dan penginputan data stunting,” ujar Afridah.

Menurutnya, data yang valid dan akurat dibutuhkan agar kondisi stunting di daerah dapat tergambarkan secara objektif sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan.

Dalam penanganan stunting, Diskes menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada di satu institusi.

Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) harus mengambil peran sesuai kewenangannya agar intervensi terhadap persoalan gizi dan kesehatan anak dapat dilakukan secara terpadu.

Afridah menjelaskan, pengumpulan data di lapangan menjadi salah satu tahapan krusial.

Kader kesehatan desa memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjadi pihak yang membantu memastikan kondisi riil warga tercatat dalam sistem.

“Data yang valid dan seratus persen akurat sangat dibutuhkan agar pencapaian daerah diakui oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan,” katanya.

Para kader kesehatan desa menjalankan tugas mulai dari pengukuran, pencatatan hingga penginputan data melalui aplikasi yang digunakan dalam pendataan terbaru.

Informasi tersebut kemudian menjadi basis bagi pemerintah daerah untuk merancang kebijakan dan menentukan intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Afridah turut menyinggung dukungan penganggaran dalam program penanganan stunting.

Pada 2023, anggaran terkait stunting dari BKKBN disebut dialokasikan melalui sektor pemberdayaan perempuan, sedangkan proses pendataan tetap melibatkan kader kesehatan di tingkat desa.

Rapat koordinasi tersebut juga memperluas pembahasan pada persoalan kesehatan ibu dan anak, khususnya strategi menekan angka kematian ibu dan bayi.

Diskes mendorong penguatan peran seluruh kecamatan agar akses pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat yang berada di pelosok desa.

Penguatan layanan di puskesmas, optimalisasi peran bidan desa, serta pemerataan fasilitas kesehatan menjadi sejumlah langkah yang dinilai penting.

Ketersediaan layanan yang mudah dijangkau diharapkan mampu mempercepat penanganan kondisi berisiko pada ibu hamil, ibu bersalin, maupun bayi baru lahir.

Pendekatan tersebut menjadi penting mengingat keselamatan ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh kecepatan deteksi risiko, akses terhadap tenaga kesehatan, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Diskes Rohil menilai keberhasilan program kesehatan tidak dapat dibebankan kepada satu organisasi atau instansi saja.

Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah kecamatan, puskesmas, kader kesehatan, Kementerian Agama, OPD terkait, hingga masyarakat.

“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” tegas Afridah.

Melalui rapat koordinasi implementasi jejaring 2026, pemerintah daerah berharap terbentuk komitmen bersama untuk memperkuat program kesehatan secara berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas pendataan stunting, mempercepat intervensi bagi kelompok rentan, sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Rohil.

Pada akhirnya, penguatan jejaring kesehatan tidak hanya diarahkan untuk mengejar target pemerintah pusat.

Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Rohil secara menyeluruh.

Penulis: Afrizal
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
LDII Rohil memperkuat karakter pemuda religius dan profesional (foto/afrizal)Permata CAI 2026: LDII Rohil Perkuat Karakter Pemuda Religius dan Profesional
Pemprov Riau mendorong peningkatan indeks inovasi daerah (foto/int)Potensi Peringkat IID Turun, Sekdaprov Riau Minta OPD Perkuat Inovasi
Ist.BRK Syariah Perkuat Dukungan Program Peremajaan Sawit melalui PKS Tiga Pihak Tahap V
58 ribu lebih bibit pohon tanaman hutan, PT SPM laksanakan rehabilitasi kawasan konservasi pasca-kebakaran (foto/ist)Hijaukan Kembali Hutan dengan 58.100 Bibit, PT SPM Rehabilitasi Kawasan Konservasi Usai Terbakar
ilustrasi.PJU Pekanbaru Terus Dipantau, Dishub Rutin Patroli dan Perbaiki Lampu Jalan Setiap Hari
  Peserta sosialisasi berpoto bersama setelah sosialisasi Pencehagan Karhutla di Kantor Camat Peranap (29/07).Karhutla Jadi Ancaman, PT RPI dan Forkopimca Peranap Turun Langsung Edukasi Masyarakat
Elnusa memperkuat momentum pertumbuhan lewat kinerja operasional solid semester 1 2026 (foto/ist)Elnusa Perkuat Momentum Pertumbuhan Lewat Kinerja Operasional Solid
Ilustrasi emas Antam di Pekanbaru menguat (foto/int)Harga Emas Antam Pekanbaru Naik Lagi, Tembus Rp2,623 Juta/Gram
BMKG menemukan empat titik panas di Riau pada Jumat pagi (foto/int)BMKG Catat 243 Titik Panas di Sumatra, Riau Muncul 4 Hotspot
BYD M6 EVBYD M6 EV Resmi Diperbarui, Baterai Lebih Besar, Performa Meningkat, Jarak Tempuh Makin Jauh
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved