BAGANSIAPIAPI – Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (3/10/2026), menjadi momentum evaluasi kekuatan politik partai sekaligus penentuan arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.
Dalam forum yang digelar di salah satu hotel di Bagansiapiapi tersebut, Ketua DPD II Golkar Rohil periode 2021–2026, Afrizal Sintong, memaparkan perjalanan perolehan suara partai di tingkat kabupaten, provinsi, hingga DPR RI.
Data itu memperlihatkan dinamika dukungan pemilih yang mengalami kenaikan dan penurunan dalam beberapa pemilu terakhir.
Pada Pemilu 2024, Golkar memperoleh 74.207 suara dan 10 kursi DPRD Rohil. Perolehan tersebut meningkat dibandingkan Pemilu 2004 yang menghasilkan 31.526 suara dan delapan kursi, serta Pemilu 2009 dengan 57.865 suara dan 12 kursi.
Namun, perjalanan politik Golkar tidak sepenuhnya menunjukkan tren kenaikan. Pada Pemilu 2019, jumlah kursi partai tersebut di DPRD Rohil turun menjadi enam kursi.
Kondisi ini menjadi bagian penting dari evaluasi perjalanan organisasi yang dibahas dalam Musda VI.
Musda tersebut mengusung tema “Golkar Indonesia, Indonesia Golkar” dan dihadiri jajaran pengurus partai, organisasi sayap, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan partai politik lainnya.
Data yang disampaikan Afrizal Sintong memperlihatkan bahwa Golkar kembali meningkatkan jumlah kursinya di DPRD Rohil pada Pemilu 2024 setelah mengalami penurunan pada periode sebelumnya.
Meski demikian, kenaikan suara dan perolehan kursi belum dengan sendirinya menjawab tantangan konsolidasi internal, regenerasi kepemimpinan, maupun upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Musda menjadi ruang bagi kader untuk mengevaluasi capaian politik sekaligus merumuskan strategi organisasi ke depan.
Hasil evaluasi tersebut penting untuk memastikan bahwa kekuatan partai di lembaga legislatif dapat berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap kepentingan masyarakat.
Dalam laporan yang sama, Afrizal juga memaparkan perkembangan perolehan suara Golkar untuk DPRD Provinsi Riau.
Pada Pemilu 2014, Golkar meraih 67.819 suara dengan dua kursi. Perolehan tersebut turun menjadi 52.000 suara dan satu kursi pada Pemilu 2019.
Lima tahun kemudian, suara Golkar meningkat menjadi 78.729 suara dengan dua kursi pada Pemilu 2024.
Sementara itu, untuk DPR RI, Golkar disebut memperoleh sekitar 163.000 suara atau 51 persen dari total suara di Rohil.
Paparan tersebut juga mencantumkan perolehan suara individual calon legislatif Dr. Karmila sebanyak 50.000 suara dan Maharani sebanyak 52.000 suara.
Angka-angka tersebut menggambarkan besarnya dukungan elektoral yang berhasil dihimpun Golkar di Rohil.
Namun, keberlanjutan dukungan tersebut tetap bergantung pada kemampuan partai menjaga hubungan dengan konstituen dan merespons persoalan daerah.
Dalam Musda VI tersebut, Afrizal Sintong menyampaikan laporan perjalanan organisasi selama periode kepemimpinannya, termasuk capaian elektoral Golkar dari pemilu ke pemilu.
Ia juga menegaskan loyalitasnya kepada pimpinan partai serta kesediaannya menyerahkan estafet kepemimpinan demi keberlanjutan organisasi.
Sikap tersebut menempatkan Musda sebagai forum penting untuk menentukan kesinambungan kepemimpinan Golkar Rohil.
Pergantian kepengurusan tidak hanya berkaitan dengan posisi struktural, tetapi juga menyangkut kemampuan organisasi membangun konsolidasi dan menyiapkan kader untuk menghadapi agenda politik berikutnya.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Nasruddin Hasan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para undangan yang menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan komitmen kader dalam menjalankan perjuangan partai.
Musda VI Golkar Rohil turut dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, H Yulisman, serta Bupati Rohil, H Bistamam.
Kehadiran Ketua DPRD Rohil, Hj Ilhami, bersama 10 anggota Fraksi Golkar juga menandai keterlibatan unsur legislatif partai dalam agenda konsolidasi tersebut.
Dari kalangan partai politik lain, hadir Ketua DPC Partai Gerindra Rohil, H Sulaiman. Sejumlah organisasi sayap dan organisasi pendukung Golkar, di antaranya AMPG, KPPG, Al-Hidayah, HWK, MDI, dan Satkar Ulama, turut mengikuti kegiatan tersebut.
Selain menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan, Musda VI diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat organisasi dan menentukan arah kepemimpinan Golkar Rohil untuk periode mendatang.
Dengan perolehan 10 kursi DPRD Rohil pada Pemilu 2024, Golkar memiliki basis representasi politik yang dapat digunakan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif.
Namun, ukuran keberhasilan organisasi ke depan tidak hanya ditentukan oleh jumlah suara dan kursi. Konsistensi memperjuangkan kebutuhan masyarakat, kualitas kader, serta kemampuan menjaga akuntabilitas politik juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan publik.