BAGANSIAPIAPI – Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Bistamam resmi memimpin Partai Golkar Kabupaten Rohil setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Rohil, Sabtu (3/10/2026).
Musda yang berlangsung di salah satu hotel di Bagansiapiapi itu menetapkan Bistamam sebagai Ketua DPD Partai Golkar Rohil setelah hanya dirinya yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Sementara itu, kandidat lain yang sebelumnya mengambil formulir tidak mengembalikan berkas pencalonan.
Kondisi tersebut membuat Bistamam menjadi calon tunggal dalam proses pemilihan dan akhirnya ditetapkan sebagai ketua melalui dukungan pemilik suara sah Musda.
Pemilik suara dalam forum tersebut berasal dari pimpinan kecamatan (PK) serta organisasi sayap partai.
Terpilihnya Bistamam secara aklamasi sekaligus menempatkan konsolidasi internal sebagai pekerjaan penting setelah Musda.
Dukungan yang terkumpul dalam forum pemilihan harus diterjemahkan menjadi soliditas organisasi dan kerja politik di tingkat akar rumput.
Bistamam menegaskan kepemimpinannya tidak akan berjalan secara individual. Ia meminta seluruh elemen Partai Golkar Rohil menyatukan kembali barisan setelah proses Musda selesai.
"Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kita pikul bersama. Di bawah kepemimpinan baru ini, mari kita satukan barisan, memperkuat solidaritas, dan membawa Partai Golkar Rohil semakin maju dalam pengabdian kepada masyarakat," ujar Bistamam.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa agenda pasca-Musda tidak berhenti pada pergantian atau penetapan ketua.
Struktur organisasi dan hubungan antarkader menjadi bagian penting yang harus diperkuat untuk menghadapi agenda politik berikutnya.
Bistamam juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi politik merupakan bagian dari dinamika yang tidak terhindarkan.
Namun, setelah Musda berakhir, seluruh kader diminta kembali membangun kebersamaan tanpa membawa sekat kelompok.
"Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa, namun setelah Musda seluruh pihak harus kembali bersatu sebagai keluarga besar Partai Golkar Rohil," tegasnya.
Selain konsolidasi internal, Bistamam berharap Musda VI menghasilkan struktur kepengurusan yang mampu bekerja secara kolektif dan memiliki visi yang jelas.
Ia menilai penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kerja politik serta kontribusi terhadap masyarakat.
Bistamam juga membuka ruang bagi sinergi antara Partai Golkar dan Pemkab Rohil dalam mendorong pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, target tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada ketua maupun sejumlah pengurus. Seluruh kader dan struktur partai memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi organisasi.
Di sisi lain, Bistamam menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Rohil yang selama ini memberikan perhatian terhadap Partai Golkar.
Ia menegaskan partainya tetap membutuhkan kritik dan masukan publik sebagai bagian dari evaluasi.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepercayaan masyarakat. Partai Golkar akan terus berupaya menjalankan fungsi politik dan pengabdian dengan sebaik-baiknya. Kritik dan masukan dari masyarakat tentu sangat kami butuhkan," pungkasnya.