www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Tekanan Fiskal Jadi Tantangan, Abdullah Minta BUMD Riau Lebih Produktif Hasilkan Dividen
Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:05:34 WIB
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Abdullah (foto/int)
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Abdullah (foto/int)

PEKANBARU – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Abdullah, mengusulkan pembentukan holding Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengintegrasikan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Riau dengan BUMD dari 12 kabupaten dan kota.

Gagasan tersebut disampaikan Abdullah di Pekanbaru, Kamis (29/10/2026), sebagai upaya mengoptimalkan potensi perusahaan daerah di tengah tekanan fiskal. Melalui sistem holding, BUMD diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Abdullah menilai, potensi BUMD di Riau cukup besar. Jika digabungkan antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota, jumlahnya diperkirakan mendekati 50 perusahaan. Namun, besarnya jumlah tersebut dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan kinerja keuangan dan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Salah satu potensi yang bisa kita gerakkan untuk membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menghasilkan dividen bagi PAD adalah BUMD," ujar Abdullah.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, pengelolaan BUMD perlu bertransformasi dari pola birokrasi konvensional menuju tata kelola bisnis yang profesional. Langkah ini dinilai penting agar setiap perusahaan memiliki target kinerja yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala.

Ia juga menyoroti pergantian pejabat pemerintahan yang berpotensi mengganggu kesinambungan pengawasan terhadap perusahaan daerah. Karena itu, Abdullah mendorong keterlibatan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang manajemen dan bisnis.

"BUMD ini pelaku bisnis, sehingga penanganannya juga harus menggunakan pendekatan profesional. Kalau pejabat yang mengawasi terus berganti, tentu perlu waktu lagi untuk mempelajari persoalan dan kinerja masing-masing perusahaan," jelas Abdullah dilansir dari MCRiau.

Melalui pembentukan holding, pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh perusahaan daerah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Dengan demikian, kondisi keuangan, tingkat kesehatan perusahaan, serta pencapaian target bisnis masing-masing BUMD dapat dipantau secara lebih efektif.

Selain memperbaiki tata kelola, Abdullah menilai BUMD perlu mengambil peran lebih besar dalam mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam Riau, terutama sektor minyak dan gas bumi (migas) serta perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, potensi tersebut tidak seharusnya hanya dimanfaatkan melalui kegiatan usaha di sektor hulu. BUMD perlu didorong masuk ke industri hilir agar mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Riau memiliki potensi besar di sektor minyak dan perkebunan. Ini yang seharusnya ditangkap oleh BUMD, bagaimana potensi tersebut bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Abdullah.

Di sisi lain, Abdullah meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap BUMD yang mengalami kerugian atau belum menunjukkan perkembangan usaha yang signifikan.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan penyertaan modal yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dikelola secara bertanggung jawab serta mampu memberikan hasil bagi daerah.

Menurut Abdullah, perusahaan daerah harus memiliki indikator keberhasilan yang konkret, mulai dari jumlah tenaga kerja yang diserap, perkembangan industri, hingga kontribusi dividen terhadap PAD.

"Harus jelas berapa banyak lapangan kerja yang dibuka dan berapa banyak industri yang tumbuh. Kalau sudah bertahun-tahun berjalan, tetapi perkembangannya masih lambat, tentu harus ada evaluasi," kata Abdullah.

Ia menegaskan, keberadaan BUMD tidak cukup hanya diukur dari jumlah perusahaan atau besarnya penyertaan modal pemerintah. Lebih dari itu, perusahaan daerah harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Abdullah berharap pengelolaan BUMD yang lebih profesional dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan infrastruktur di Riau.

"Rakyat sekarang membutuhkan solusi yang nyata. Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperoleh pelayanan serta infrastruktur yang lebih baik. Karena itu, BUMD harus diberi perhatian serius," tegas Abdullah.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Marc dan Alex Marquez berjaya di Sepang, Malaysia (foto/Sc IG MotoGP)Marc Marquez Juara MotoGP Malaysia 2026, Pedro dan Alex Lengkapi Podium
Bambang Prayetno menyampaikan kata sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Dumai Periode 2026-2029 pada Konferkot PWI Dumai (foto/ist)Wawako Sugiyarto Buka Konferkot PWI Dumai, Bambang Kembali Terpilih Aklamasi
PWA Riau gelar diskusi parenting, orang tua diajak kenali minat dan bakat anak sejak dini (foto/ist)PWA Riau dan Umri Kolaborasi, Bahas Pentingnya Kesehatan dalam Pembangan Potensi Anak
Polisi tangkap seorang DPO Curat dana ATM yang viral di Ukui (foto/Andy)Seorang DPO Curat Dana ATM Viral Diciduk Tim Polsek Ukui di Medan
  BYD Atto 1.Atto 1 Jadi Andalan, Penjualan BYD di Indonesia Capai 46.700 Unit
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah (foto/int)PUPR Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, Sisa 12 Km Ditargetkan Rampung Desember
Ilustrasi Dumai dan Inhu terbanyak (foto/int)Hotspot di Sumatra Capai 280, Riau Terdeteksi 9 Titik Tersebar di Lima Wilayah
Ditutup Wabup Hendrizal, Inhu Expo 2026 hadirkan hiburan hingga pembagian doorprize (foto/ist)Inhu Expo 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Malam Penutupan di RTH Rengat
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto (kanan) mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan pemaparan kepada media seusai memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/HO-APHIAPHI Kerahkan Regu Pemadam dan Siapkan Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Kalteng
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved