PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka Financial Expo 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau bersama Bank Indonesia (BI) Riau dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Riau di Pekanbaru Xchange, Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutannya, SF Hariyanto menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan berbagai program dan bantuan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia mencontohkan program penyaluran kredit yang menurutnya memiliki target sebesar Rp53 triliun pada tahun ini untuk 2 juta penerima. Sementara itu, pada tahun depan, anggaran yang disiapkan disebut mencapai Rp400 triliun untuk 28 juta penerima.
"Seperti penyaluran kredit tahun ini yang targetnya Rp53 triliun untuk 2 juta penerima, sementara tahun depan dianggarkan Rp400 triliun untuk 28 juta penerima," ujarnya.

Selain program kredit, SF Hariyanto juga menyinggung program pembukaan rekening sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Ia menyebut adanya informasi mengenai alokasi anggaran sekitar Rp1,2 triliun dengan bantuan sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening.

Menurutnya, pembukaan rekening dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan keuangan. Rekening tersebut juga berpotensi digunakan untuk penyaluran bantuan sosial atau program pemerintah lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
SF Hariyanto berharap Financial Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi produk, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui keterbukaan informasi, beragam pilihan layanan, serta kemudahan mengakses industri jasa keuangan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Riau, Moh. Fredly Nasution, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan industri keuangan guna meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, Financial Expo menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai sektor industri jasa keuangan, mulai dari perbankan, asuransi, pasar modal, hingga layanan keuangan lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai produk, layanan, dan program yang ditawarkan oleh pelaku industri jasa keuangan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya tentang produk dan layanan keuangan. Mereka bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Fredly menjelaskan, Financial Expo merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendekatkan industri jasa keuangan kepada masyarakat.
Berbagai lembaga keuangan turut menawarkan program dan manfaat bagi pengunjung, mulai dari kemudahan pembukaan rekening tabungan hingga penawaran khusus. Beragam program tersebut diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan formal.

Sejumlah bank juga menawarkan fasilitas tertentu bagi nasabah yang membutuhkan layanan untuk perjalanan ke luar negeri. Sementara itu, lembaga keuangan lainnya menghadirkan program pembiayaan dengan penawaran yang dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan masing-masing.
“Dengan adanya expo ini, masyarakat bisa melihat langsung berbagai pilihan yang tersedia. Tinggal bagaimana mereka memilih produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Selain pameran produk jasa keuangan, Financial Expo 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan edukasi, perlombaan, serta penampilan kreativitas anak-anak dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
Melalui pendekatan edukatif dan kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok usia, pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan diharapkan semakin luas.(Galeri Foto)