www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 M, Bupati Afni Minta Ini ke Pejabat Kemenkeu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pemprov Riau Siapkan Sistem Baru Pembayaran TPP, Kinerja ASN Jadi Acuan
Selasa, 06 Oktober 2026 - 08:20:45 WIB
Sekda Riau, Syahrial Abdi.
Sekda Riau, Syahrial Abdi.

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah menyiapkan penerapan sistem digital untuk mengukur kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai dasar pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Sistem tersebut akan dijalankan melalui aplikasi SIGMA. Melalui digitalisasi ini, Pemprov Riau ingin memastikan pemberian TPP tidak hanya didasarkan pada kehadiran, tetapi juga mempertimbangkan hasil kerja yang dapat diukur dan dibuktikan.

Persiapan penerapan SIGMA dibahas dalam Rapat Persiapan Pemanfaatan Aplikasi SIGMA sekaligus Pembahasan Distribusi atau Penataan Tenaga Akuntansi di lingkungan Pemprov Riau, Senin (5/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan digitalisasi penilaian kinerja menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pengukuran kinerja ASN yang lebih objektif dan transparan.

Menurutnya, setiap ASN harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus menunjukkan kinerja yang dapat dinilai secara terukur.

"Rapat hari ini kita membahas tentang bagaimana setiap ASN itu bisa mengembangkan potensinya, kemudian bisa memaksimalkan kinerjanya. Karena kita sudah sepakat, sebagaimana arahan Pak Gubernur untuk dapat mengukur kualitas ASN melalui manajemen talenta," ujar Syahrial.

Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut membutuhkan instrumen pengukuran yang jelas. Dengan demikian, capaian setiap ASN dapat dinilai berdasarkan hasil kerja, sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam memberikan penghargaan maupun kepercayaan.

Proses pengukuran kinerja, kata Syahrial, akan dimulai dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap OPD nantinya perlu memetakan beban kerja sebelum membaginya kepada pejabat struktural maupun fungsional.

"Kalau dulu kita lebih gampang karena semuanya struktural, hari ini struktural dipersempit, fungsional yang diperbesar. Dan fungsional, sebagian ASN kita, mungkin menganggap sesuatu yang secara pertanggungjawaban itu tidak mutlak bagi dia," jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Pemprov Riau mulai merumuskan indikator keberhasilan untuk pekerjaan fungsional. Setiap pekerjaan nantinya harus memiliki ukuran kinerja yang jelas dan dapat dihitung melalui sistem digital.

"Hari ini kita mulai mengukur pekerjaan fungsional itu indikator keberhasilannya apa, kinerjanya dihitung seperti apa. Sekarang kita mau membuat itu dengan digitalisasi. Karena kalau manual bisa dimanipulasi dan segala macam bentuk kecurangan," tegas Syahrial.

Ia menambahkan, penggunaan SIGMA akan membuat aktivitas dan hasil kerja ASN lebih mudah dipantau karena seluruh data tercatat dalam sistem.

"Kalau dia merasa dia hadir, ya absennya melalui biometrik. Kalau dia merasa dia bekerja, ya dia upload hasil kerjanya. Dan itu yang akan dibobot, jadi setiap kinerja itu dihargai, diakui dan kemudian diberikan haknya," katanya.

Dengan mekanisme tersebut, pembayaran TPP nantinya tidak semata-mata melihat tingkat kehadiran ASN. Hasil pekerjaan yang dapat dibuktikan dan dinilai melalui sistem juga akan menjadi bagian dari perhitungan.

Sebagai langkah awal implementasi, Pemprov Riau akan meminta setiap OPD menyampaikan surat kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menunjuk Ketua Tim yang bertanggung jawab menangani penerapan sistem tersebut.

BKD selanjutnya akan melakukan pembaruan aplikasi sekaligus menata mekanisme pengawasan. Pemprov Riau juga membuka opsi melakukan penyesuaian terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) apabila diperlukan agar penerapan sistem baru tersebut memiliki dasar hukum yang sesuai.

Syahrial berharap seluruh perangkat pendukung dapat segera diselesaikan sehingga aplikasi SIGMA bisa mulai digunakan dalam waktu dekat.

"Akan kita siapkan dulu instrumen itu dan kita berharap bisa diimplementasikan paling tidaknya di dua bulan terakhir di tahun ini," pungkasnya.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Bupati Afni temui pejabat Kemenkeu pertanyakan DBH Migas Siak anjlok jadid Rp36 miliar (foto/int)DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 M, Bupati Afni Minta Ini ke Pejabat Kemenkeu
ilustrasi.BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
ilustrasi.Nasib Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Ditentukan MK Malam Ini
Sekda Riau, Syahrial Abdi.Pemprov Riau Siapkan Sistem Baru Pembayaran TPP, Kinerja ASN Jadi Acuan
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
  Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru kembali turun (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Turun Lagi, 1 Gram Kini Rp2,57 Juta
Ilustrasi asap masih menyelimuti Riau (foto/int)Asap Masih Tebal di Riau, BMKG Imbau Warga Batasi Kegiatan Luar Ruangan
Pameran Honda di salah satu mal di Pekanbaru.Honda Brio RS 2026, Hatchback Sporty yang Cocok untuk Mobilitas Warga Pekanbaru
ilustrasi.Kualitas Udara Membahayakan, Pembelajaran PAUD-SMP di Pekanbaru Beralih Daring
Layanan 112 Pekanbaru dapat panggilan iseng.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jangan Iseng! Panggilan Palsu ke 112 Pekanbaru Bisa Bahayakan Nyawa
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved