PEKANBARU - Pemprov Riau menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) malam.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, pemerintah dan masyarakat Riau turut merasakan duka atas bencana yang berdampak terhadap warga, permukiman hingga fasilitas pemerintahan di kawasan tersebut.
"Atas nama Pemprov dan masyarakat Riau, kami menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas bencana geologi yang terjadi di Aro Suka, Kabupaten Solok, Sumbar," kata SF Hariyanto, Rabu (23/9/2026).
Bencana tersebut bukan sekadar mengganggu aktivitas masyarakat. Banjir bandang juga menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemkab Solok.
Laporan BPBD mencatat empat warga mengalami luka-luka, sementara sejumlah kendaraan dan fasilitas pemerintahan terdampak.
Pemkab Solok kemudian menetapkan status tanggap bencana untuk mempercepat evakuasi, pembersihan material lumpur, pendataan kerusakan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Di tengah penanganan bencana, faktor cuaca menjadi salah satu perhatian utama.
Analisis BMKG menyebut hujan lebat terjadi di wilayah Gunung Talang pada 21 September dan memicu banjir bandang di kompleks perkantoran Arosuka.
Material lumpur dan kayu terbawa arus hingga menutup sejumlah ruas jalan.
BMKG juga mencatat curah hujan sekitar Solok mencapai 94 milimeter per hari sebelum banjir bandang terjadi pada Senin malam.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski secara umum sejumlah wilayah Indonesia menghadapi periode kering, hujan berintensitas tinggi tetap dapat terjadi secara lokal.
Karena itu, penanganan tidak berhenti pada evakuasi korban dan pembersihan material.
Pemerintah daerah bersama instansi teknis juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.
Balai Wilayah Sungai bersama instansi terkait menyiagakan alat berat dan melakukan pengerukan sedimen sungai.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi hambatan aliran air apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
SF Hariyanto berharap proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak dapat berjalan tanpa hambatan.
Ia juga mendoakan warga Solok diberikan kekuatan menghadapi dampak bencana.
"Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, serta proses evakuasi dan penanganan bencana berjalan dengan lancar," ujarnya.
Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat Solok merupakan bagian dari solidaritas antardaerah, terutama karena bencana dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dalam waktu singkat.
"Riau turut berempati dan berdiri bersama masyarakat Solok dalam menghadapi musibah ini. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," pungkasnya.