PEKANBARU – Provinsi Riau kembali menegaskan perannya sebagai salah satu daerah strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pemerintah menargetkan sebanyak 622 proyek sumur minyak dan gas (migas) baru akan dikembangkan di Riau sebagai bagian dari upaya mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2030.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan jumlah proyek tersebut mencakup sekitar 65 persen dari total rencana pengeboran sumur migas secara nasional.
"Saat ini terdapat target 622 proyek sumur migas baru di Riau atau sekitar 65 persen dari rencana nasional," ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa (30/6/2026).
Pemprov Bentuk Gugus Tugas Migas
Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah membentuk Gugus Tugas Kelancaran Produksi Migas Blok Rokan.
Tim terpadu ini melibatkan berbagai instansi, di antaranya TNI, Polri, Kejaksaan, SKK Migas, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Menurut SF Hariyanto, pembentukan gugus tugas menjadi langkah konkret untuk memastikan seluruh proses pengembangan sumur migas dapat berjalan sesuai rencana.
"Berbagai kendala yang muncul di lapangan, baik teknis maupun nonteknis, akan ditangani secara terpadu agar tidak menghambat target produksi," katanya.
Blok Rokan Tetap Jadi Andalan Nasional
SF Hariyanto menilai besarnya porsi proyek pengeboran di Riau menunjukkan daerah ini masih memiliki potensi sumber daya migas yang sangat besar.
Ia menyebut Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan hingga kini tetap menjadi salah satu penyumbang utama produksi minyak nasional.
Menurutnya, keberhasilan mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
Melalui gugus tugas yang telah dibentuk, berbagai persoalan seperti pembebasan lahan, proses perizinan, hingga koordinasi lintas sektor akan dikawal secara intensif agar seluruh tahapan pengembangan sumur migas dapat berjalan tepat waktu.
"Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis target pembangunan sumur migas baru ini dapat tercapai sesuai jadwal," tegas SF Hariyanto.
Pemerintah Provinsi Riau berharap percepatan pengembangan sektor migas tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.