PELALAWAN – Hujan yang semakin sering mengguyur Kabupaten Pelalawan dalam sepekan terakhir menandai meningkatnya peluang curah hujan di Riau setelah kemarau berkepanjangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan memastikan hujan tersebut merupakan proses alamiah, bukan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan mengatakan, operasi modifikasi cuaca telah dihentikan sejak pekan lalu.
Armada dan logistik OMC kini diprioritaskan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yang masih mengalami kebakaran parah, terutama di Kalimantan.
"OMC sudah dihentikan sejak pekan lalu. Difokuskan ke wilayah Kalimantan dan daerah yang masih parah karhutlanya," kata Zulfan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Zulfan, peluang hujan di Pelalawan semakin meningkat seiring masuknya musim hujan di sebagian besar wilayah Riau.
Kondisi ini berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya ketika kemarau berkepanjangan membatasi peluang terjadinya hujan.
Ia menjelaskan, musim hujan tahun ini mengalami keterlambatan dibandingkan waktu yang diperkirakan.
Hujan semestinya mulai lebih intens sejak September, tetapi dampak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño membuat peralihan musim berlangsung lebih lambat.
"Musim hujan tahun ini terlambat karena pengaruh kemarau parah akibat El Nino. Jadi sekarang sudah musim hujan, meskipun belum tinggi intensitasnya," pungkasnya.