www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Naik Tipis, Harga Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.900/Kg
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


BBM Subsidi Langka di Pesisir Pelalawan, Warga Terpaksa Beli Pertalite Eceran Rp30 Ribu
Selasa, 12 Mei 2026 - 12:36:32 WIB
Krisis BBM dikeluhkan masyarakat Kuala Kampar dan Teluk Meranti (foto/int)
Krisis BBM dikeluhkan masyarakat Kuala Kampar dan Teluk Meranti (foto/int)

PELALAWAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam dua pekan terakhir membuat masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pelalawan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah seperti Kecamatan Kuala Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, hingga desa-desa di sekitarnya.

BBM jenis pertalite dan biosolar dilaporkan sempat sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, warga harus membeli dengan harga jauh lebih mahal dari biasanya.

“Kalaupun ada yang jual ketengan, harganya mahal. Sebotol sampai Rp30 ribu,” kata warga Kuala Kampar, Rizaldi (44), Selasa (12/5/2026).

Kelangkaan BBM subsidi berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai petani, pekebun, dan nelayan. Warga yang hendak pergi ke kebun kelapa terpaksa mencari BBM lebih dulu agar bisa mengangkut hasil panen ke pengepul.

Aktivitas petani pun ikut terganggu. Jika sebelumnya mereka bisa pergi ke sawah setiap hari, kini harus mengurangi aktivitas akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar.

Hal serupa dirasakan para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil sungai dan laut. Mereka terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi demi menghidupkan mesin robbin penggerak sampan.

Kondisi ini dinilai semakin berat karena wilayah pesisir Pelalawan memiliki akses geografis yang sulit dijangkau.

“Alhamdulillah, kemarin sudah mulai masuk BBM di SPBU. Antrian langsung panjang, karena sudah lama tak masuk,” tambah Rizaldi.

Keluhan serupa juga datang dari warga Kecamatan Teluk Meranti. Menurut warga setempat, mahalnya harga pertalite sebenarnya sudah menjadi hal biasa. Namun yang menjadi persoalan utama saat ini adalah stok BBM yang benar-benar kosong.

“Warga tetap beli kalaupun lebih mahal, selama ini segitu juga. Permasalahan BBM tak ada alias langka. Duit ada, tapi minyak tak ada yang jual,” ujar Zulkifli (38).

Selama ini masyarakat pesisir terbiasa membeli pertalite dalam botol kemasan ukuran 1,2 liter dengan harga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10 ribu per liter.

Kondisi kelangkaan BBM di wilayah pesisir Pelalawan turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Permasalahan ini bahkan telah dibahas bersama pihak Pertamina dalam rapat koordinasi pekan lalu.

Pemkab meminta Pertamina memastikan distribusi BBM ke SPBU di wilayah pesisir berjalan rutin dan tepat waktu agar kelangkaan tidak kembali terjadi.

“Kita juga mengajukan penambahan sub penyalur BBM subsidi di desa-desa yang sulit dijangkau. Jadi tak perlu lagi ke desa lain yang ada SPBU atau penyalurannya,” terang Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Pelalawan, Hanafie.

Menurutnya, penambahan sub penyalur BBM subsidi akan membantu masyarakat mendapatkan bahan bakar dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjamin ketersediaan stok di wilayah pesisir.

“Kita sudah siapkan surat dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Nampaknya Pertamina merespon baik waktu rapat kemarin. Mudah-mudahan segera disetujui,” tandas Hanafie.

Sementara itu, Diskoperindag Pelalawan terus berkoordinasi dengan Pertamina terkait distribusi BBM ke wilayah Kuala Kampar dan Teluk Meranti agar pasokan tetap lancar dan kelangkaan segera teratasi.

Sumber: Tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Harga kelapa sawit mitra plasma pekan ini naik tipis (foto/int)Naik Tipis, Harga Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.900/Kg
ist.Siapkan Masa Tua yang Mandiri, BRK Syariah Ajak ASN di Anambas Tetap Produktif
Kaprodi Magister Media dan Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr. Tika Mutia (foto/ist)UIN Suska Riau Buka Pendaftaran S2 Medkom, Jawab Tantangan Era Digital
Satgas Pangan peringatkan pedagang di Pekanbaru yang jual Minyakita di atas HET (foto/int)Sidak Pasar di Pekanbaru, Bapanas Temukan Minyakita Melambung di Atas HET
BMKG peringatkan hujan lebat bakal guyur sejumlah wilayah Riau (foto/int)BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Riau
  Perkuat kolaborasi sektor hulu Migas hadapi tantangan geopolitik dan ketahanan energi nasional (foto/ist)Perkuat Kolaborasi Sektor Hulu Migas Hadapi Tantangan Geopolitik dan Ketahanan Energi Nasional
Wako Pekanbaru, Agung Nugroho bentuk dinas baru untuk perkuat MBG dan ekonomi kreatif (foto/ist)Pemko Pekanbaru Rombak Struktur OPD, Ada Dinas Baru Perikanan dan Ekraf
Krisis BBM dikeluhkan masyarakat Kuala Kampar dan Teluk Meranti (foto/int)BBM Subsidi Langka di Pesisir Pelalawan, Warga Terpaksa Beli Pertalite Eceran Rp30 Ribu
Ilustrasi BMKG ingatkan masa pancaroba di Riau (foto/int)Riau Bersiap Masuki Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Mengguyur
Kejaksaan Tinggi Riau.Kasus Dugaan Korupsi di PUPR dan DPRD Meranti Masuk Penanganan Kejari
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved