PEKANBARU - Pemadaman listrik selama sekitar tiga jam di sejumlah wilayah layanan PLN ULP Simpang Tiga Pekanbaru, Kamis (8/10/2026), memicu keluhan pelanggan.
Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat karena terjadi ketika kualitas udara Pekanbaru memburuk dan warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Pemadaman berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan berdampak terhadap sedikitnya 36 titik di wilayah kerja ULP Simpang Tiga.
Sejumlah lokasi yang terdampak antara lain Jalan Soekarno Hatta, Gang Masjid Darul Amal, kawasan Hotel Parma, Jalan Palaraya, Jalan Cengkeh, sekitar RS Sansani, Jalan Merbau dan Jalan Selumar.
Situasi ini menjadi sorotan karena kebutuhan listrik masyarakat justru meningkat ketika aktivitas lebih banyak dilakukan dari rumah.
Terlebih, kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih berlangsung sehingga pasokan listrik menjadi kebutuhan utama bagi siswa maupun orang tua.
Bagi pelanggan, persoalannya bukan semata listrik padam selama tiga jam. Yang dipersoalkan adalah momentum pemadaman ketika masyarakat sedang menghadapi tekanan akibat kabut asap dan membutuhkan kenyamanan serta konektivitas di dalam rumah.
Salah seorang pelanggan, Gita, mengatakan pemadaman serupa bukan pertama kali terjadi ketika kondisi udara Pekanbaru sedang memburuk.
Ia menilai PLN semestinya mempertimbangkan kondisi masyarakat dalam menentukan waktu pekerjaan pemeliharaan jaringan.
"Ini bukan pertama kalinya pemadaman di tengah kondisi kabut asap dan kualitas udara memburuk. Kalau tidak salah dua pekan yang lalu kondisi pemadaman juga pernah terjadi," ujar Gita, Kamis (8/10/2026).
"PLN gimana ini, janganlah tambah penderitaan kami. Kita saja gerah, bagaimana anak-anak, di saat PJJ listrik malah mati," sambungnya.
Gita mengakui informasi mengenai pemadaman telah diterimanya melalui media sosial PLN sehari sebelumnya.
Artinya, pelanggan sebenarnya telah memperoleh pemberitahuan mengenai pekerjaan jaringan.
Namun, menurut dia, pemberitahuan tersebut tidak serta-merta menghilangkan persoalan.
Pelanggan tetap harus menanggung dampak pemadaman, terutama ketika sebagian besar aktivitas keluarga berlangsung di rumah.

"Informasi pemadaman sudah kita dapat dari kemarin dan persiapan yang kita lakukan juga tidak bisa banyak," tuturnya.
"Karena ketika aktivitas banyak di rumah tentu ketersediaan pasokan listrik juga sangat dibutuhkan. Harapan kami tentu ke depan tidak ada lagi pemadaman seperti ini lagi," tambahnya.
Informasi yang diterima pelanggan menyebut pemadaman berkaitan dengan pemeliharaan jaringan tegangan menengah.
Pemeliharaan jaringan memang diperlukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Namun, dari sisi pelanggan, pekerjaan tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai pemilihan waktu pelaksanaan, terutama ketika Pekanbaru sedang menghadapi persoalan kualitas udara dan aktivitas masyarakat lebih banyak beralih ke dalam rumah.
Kebutuhan terhadap listrik dalam situasi seperti ini bukan sekadar untuk penerangan. Listrik menopang pendingin ruangan, kipas angin, perangkat komunikasi, internet, komputer, televisi hingga perangkat pembelajaran anak.
Karena itu, pemadaman yang berlangsung berjam-jam dapat memberikan dampak berlapis bagi keluarga yang mengandalkan listrik untuk bekerja maupun belajar dari rumah.
Keluhan serupa disampaikan Ningsih. Ia meminta PLN tidak hanya mengandalkan pemberitahuan pemadaman, tetapi juga meningkatkan keandalan pasokan dan respons ketika terjadi gangguan di lingkungan pelanggan.
"Di saat kita dan anak-anak harus bertahan di rumah agar tidak terpapar kabut asap, pastikan juga pasokan listrik aman, jangan sampai mengganggu anak-anak yang saat ini sedang menjalankan PJJ," kata Ningsih.
"Dan yang paling penting ketika ada gangguan kelistrikan di lingkungan warga, pihak PLN juga kita minta responsif turun ke lapangan menindaklanjuti keluhan masyarakat," pungkasnya.