PEKANBARU – Pemadaman listrik saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali menjadi sorotan di Pekanbaru.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta PLN menyesuaikan jadwal pemeliharaan jaringan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kabut asap.
Kritik itu muncul setelah PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Simpang Tiga melakukan pemadaman listrik pada Kamis (15/10/2026), pukul 09.00–12.00 WIB.
Pemadaman tersebut bertepatan dengan pelaksanaan PJJ yang diberlakukan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap.
Tekad menilai, pemadaman pada jam belajar berpotensi mengganggu kegiatan pendidikan, terutama bagi siswa yang mengandalkan perangkat elektronik dan koneksi internet untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.
"Kita di Komisi III tentunya mendukung kebijakan PJJ ini untuk kepentingan, keselamatan dan kesehatan peserta didik agar tidak terpapar kabut asap," ujar Tekad.
"Namun yang perlu menjadi perhatian, kita minta pasokan listrik tetap stabil guna memberi kenyamanan selama proses PJJ berlangsung," sambungnya.
Politisi PDIP itu meminta PLN mempertimbangkan dampak pemeliharaan jaringan terhadap aktivitas masyarakat.
Menurutnya, perlindungan kesehatan melalui PJJ seharusnya tidak diikuti gangguan lain yang sebenarnya dapat diantisipasi melalui perencanaan pekerjaan yang lebih tepat.
"PLN semestinya pada saat melakukan pemeliharaan juga disesuaikan dengan kondisi masyarakat, jangan pada saat anak-anak sekolah sedang PJJ dilakukan juga di area tersebut," tegasnya.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Simpang Tiga melalui media sosial, pemadaman dilakukan untuk pekerjaan peningkatan keandalan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan sistem 20 kV.
Pekerjaan tersebut menyebabkan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Area terdampak mencakup Jalan Adi Sucipto, Pasar Pagi Arengka, Jalan Rambutan, kompleks perkantoran PTPN V, Jalan Inpres, Jalan Kartama, Jalan Pahlawan Kerja, serta sejumlah ruas jalan dan gang permukiman di sekitarnya.
Pemadaman ini juga menambah keluhan masyarakat karena gangguan serupa disebut telah terjadi beberapa kali dalam pekan-pekan sebelumnya, meskipun di lokasi berbeda.
Kondisi tersebut membuat evaluasi terhadap jadwal pemeliharaan dan keandalan distribusi listrik menjadi penting.
PLN perlu memastikan pekerjaan teknis tidak hanya berorientasi pada peningkatan jaringan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, khususnya ketika kegiatan pendidikan dan aktivitas masyarakat sangat bergantung pada listrik.
Di tengah kabut asap yang membatasi aktivitas luar ruangan, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kelancaran pembelajaran dari rumah.
Karena itu, transparansi jadwal, pemberitahuan yang memadai, serta pengaturan waktu pemeliharaan yang lebih sensitif terhadap kondisi masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan PLN.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan tambahan mengenai kemungkinan penyesuaian jadwal pemeliharaan PLN ULP Simpang Tiga selama pelaksanaan PJJ.