PEKANBARU - Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkatkan perhatian terhadap perlindungan pelajar di Kota Pekanbaru.
PT Arara Abadi Unit APP Group merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan puluhan ribu masker kepada siswa SD dan SMP di Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).
Distribusi masker dilakukan langsung ke sejumlah sekolah dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Polsek Lima Puluh dan Babinsa Kecamatan Lima Puluh.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi siswa yang masih menjalankan aktivitas di lingkungan sekolah, khususnya kegiatan di luar ruangan saat kualitas udara menurun.
Public Affair Head PT Arara Abadi, Muhamad Loufti mengatakan, pembagian masker dilakukan setelah pihaknya melihat masih banyak siswa yang beraktivitas tanpa perlindungan ketika kondisi udara mulai dipengaruhi kabut asap.
“Kabut asap yang cukup tebal ini menjadi perhatian kita semua karena mengakibatkan menurunnya kualitas udara," kata Loufti.
"Aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, menjadi landasan kegiatan berbagi masker ini untuk mengurangi paparan langsung dari asap karhutla,” sambungnya.
Menurut dia, penyaluran tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap ke lingkungan sekolah yang masih memiliki aktivitas siswa di luar ruangan.
“Kami mengamati kondisi udara sekitar dan masih banyak aktivitas siswa sekolah yang dilakukan tanpa menggunakan masker," tuturnya.
"Karena itu, masker yang kami siapkan disalurkan secara bertahap di lingkungan sekolah yang masih banyak aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko paparan asap bagi kelompok yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk, yakni anak-anak usia sekolah.
Direktur PT Arara Abadi, Edie Haris Mz mengatakan, perhatian perusahaan diarahkan secara khusus kepada siswa SD dan SMP di Kecamatan Lima Puluh.
“Kami merasa sangat prihatin dengan kondisi udara sekarang ini akibat dari kebakaran hutan dan lahan," ucap Edie.
"Untuk itu, kami melakukan gerakan bagi masker khususnya bagi siswa-siswi sekolah SD dan SMP untuk mencegah terpapar ISPA,” tambahnya.
Ia berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat kembali berlangsung dengan kondisi udara yang lebih baik.
“Semoga kondisi ini cepat berlalu dan kita bisa menghirup udara segar kembali,” ujarnya.
Dari pihak sekolah, bantuan tersebut dinilai membantu siswa menghadapi kondisi udara yang sedang tidak bersahabat.
Humas SMP Negeri 5 Pekanbaru, Non Avia Roza SSi menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Arara Abadi yang ikut membantu menyediakan perlindungan bagi siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Arara Abadi yang telah menyalurkan bantuan masker kepada siswa-siswi di sekolah kami," sebut Non Avia.
"Ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi kualitas udara saat ini semakin buruk. Semoga kabut asap ini segera berakhir,” sambungnya.
Di tengah kabut asap yang kembali mengganggu kualitas udara di Riau, perlindungan terhadap pelajar menjadi salah satu perhatian penting.
Selain penggunaan masker, kondisi kualitas udara juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan aktivitas siswa, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.
PT Arara Abadi berharap masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan terhadap pencemaran udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.(rilis)