PEKANBARU - Usia senja ternyata belum membuat 20 warga lanjut usia (lansia) dhuafa di Kota Pekanbaru bisa berhenti bekerja.
Sebagian masih berjualan keliling hingga mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim. Pada Rabu (16/9/2026), Rumah Yatim mendatangi langsung para lansia dhuafa di sejumlah titik di Kota Pekanbaru dan menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah.
Penyaluran dilakukan secara langsung selama sekitar enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Tim relawan menyusuri sejumlah kawasan di Kecamatan Tenayan Raya, Sail, Payung Sekaki, dan Lima Puluh untuk menemukan para penerima manfaat.
Sebanyak 20 lansia menerima paket perlengkapan ibadah yang terdiri dari sarung, mukena, sajadah, dan Al-Qur'an.
Yang menjadi perhatian dalam aksi tersebut bukan hanya usia penerima bantuan, tetapi kondisi mereka yang masih harus bekerja di tengah keterbatasan fisik.
Sejumlah penerima merupakan lansia yang sehari-hari berjualan balon keliling, mencari barang rongsokan hingga penyandang tuna rungu yang tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup.
Relawan Rumah Yatim, Firman mengatakan, bantuan perlengkapan ibadah diberikan untuk membantu para lansia mendapatkan fasilitas ibadah yang lebih layak.
"Bantuan ini kami berikan dalam bentuk perlengkapan ibadah baru agar para lansia bisa beribadah dengan lebih nyaman, khusyuk, dan tenang," ujar Firman.
Bagi sebagian penerima, membeli perlengkapan ibadah baru bukan perkara sederhana. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan sehari-hari harus lebih dulu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Karena itu, kedatangan relawan Rumah Yatim sekaligus menjadi bentuk perhatian kepada kelompok lansia yang masih berada dalam tekanan ekonomi.
Dalam penyaluran tersebut, seorang kakek penjual balon terlihat bersyukur setelah menerima paket bantuan.
Ia memeluk bingkisan yang diterimanya di samping sepeda tua yang digunakan untuk berjualan.
Rumah Yatim berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Lembaga tersebut juga mengajak masyarakat dan para donatur ikut memperhatikan keberadaan lansia dhuafa yang masih harus bekerja untuk bertahan hidup.
Program bantuan perlengkapan ibadah itu diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan agar para lansia dhuafa tetap memperoleh perhatian dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman di tengah keterbatasan ekonomi.(rilis)