PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menjadwalkan eksekusi besar-besaran untuk menertibkan tiang dan kabel fiber optic (FO) yang selama ini menggelantung semrawut di berbagai sudut kota.
Berbeda dengan penertiban di beberapa kota lain yang cenderung agresif hingga memicu pemutusan massal, Pemko Pekanbaru memilih pendekatan yang jauh lebih humanis dan taktis.
Fokus utamanya, menjaga agar konektivitas digital masyarakat tetap berjalan normal.
Pj Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menegaskan, pemerintah memiliki otoritas penuh untuk melakukan pembersihan instan.
Namun, ada dampak sosial dan ekonomi masyarakat yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum memotong kabel provider internet.
"Kalau kita secara sembarangan, kita secara kewenangan bisa memutus kabel FO itu, tapi ada warga yang bakal dirugikan dengan pemutusan kabel ini," ujar Ingot, Jumat (15/5/2026).
Langkah ini diambil mengingat internet kini telah menjadi kebutuhan primer warga, mulai dari urusan bisnis, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Oleh karena itu, faktor keselamatan dan estetika kota akan diselaraskan dengan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Pemko Pekanbaru mengedepankan aksi kolaboratif, sejalan dengan program kerja sama strategis antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).
Pekanbaru pun ditunjuk menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam akselerasi penataan infrastruktur digital ini.
Seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pelaku usaha penyedia internet (Internet Service Provider), telah duduk bersama untuk menyatukan visi.
"Kita sudah bertemu dengan Apjatel dan APJII, serta pelaku usaha di bidang penyedia layanan internet. Kita sepakat melakukan penertiban terhadap kabel FO yang semrawut," jelasnya.
Secara ideal, seluruh jaringan kabel telekomunikasi modern seharusnya ditanam di dalam tanah (underground utilities).
Hal ini demi meminimalisasi risiko kecelakaan dan menjaga keindahan tata kota secara permanen. Meski demikian, Pemko Pekanbaru bersikap realistis menghadapi kendala finansial dan waktu.
Sebagai solusi taktis yang cepat dan efisien, fase awal penataan akan difokuskan pada perapian kabel udara.
"Maka kita mulai dengan merapikan kabel dalam waktu cepat, kita merapikan kabel yang menjuntai sekaligus diatur ketinggian dan lengkungannya, sehingga keberadaannya tidak mengganggu pengguna jalan," pungkasnya.