www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Hari Ini, Wako Pekanbaru Pimpin Upacara Perdana Usai Lebaran
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
RAPP Sejahterakan Petani di Areal Operasional
Rabu, 31 Juli 2013 - 14:33:37 WIB
<font size="2">Jamaris, Fasilitator dari Dinas Balai Perlindungan Tanaman dan 
Hortikultura Provinsi Sumatera Barat memberikan penjelasan 
mengenai hama cabe pada Kelompok Tani Sinar Tanjung.</font>
Jamaris, Fasilitator dari Dinas Balai Perlindungan Tanaman dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat memberikan penjelasan mengenai hama cabe pada Kelompok Tani Sinar Tanjung.

PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) senantiasa menunjukkan komitmen yang kuat dalam peran serta membangun Provinsi Riau dan mensejahterakan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya. Berbagai kegiatan dan program Corporate Social Responsibility (CSR) telah berlangsung sejak tahun 1999 hingga saat ini.

Program-program tersebut di antaranya program Pertanian Terpadu (IFS), Usaha Kecil dan Menengah (SMEs), Pelatihan Keterampilan Kejuruan (Vocational Training), Pembangunan Infrastruktur (SIP), Kesukarelawanan Karyawan (EV), Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, Bidang Keagamaan, hingga program yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan.

Program ini sudah diimplementasikan di sekitar wilayah operasional perusahaan, yakni di Kabupaten Pelalawan, Kampar, Siak, Kuansing, dan Kepulauan Meranti.

Keberadaan RAPP sangat berdampak bagi pembangunan Bumi Lancang Kuning. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM-UI) tahun 2010 menyimpulkan selama beroperasi (1999-2010) RAPP telah berkontribusi dalam pembentukan PDB nasional sekitar Rp 75 trilliun.

Berkontribusi dalam menciptakan pendapatan rumah tangga nasional sekitar Rp 22.3 trilyun, dan Riau sekitar Rp 17.1 trilyun (76.6%), dan sisanya 23.4% muncul di Provinsi lainnya. Kontribusi peningkatan jumlah tenaga kerja RAPP dan perusahaan rekanannya secara rata-rata sekitar 87 ribu orang, yang terdiri dari 64 ribu orang (72.95%) di Riau, dan 23 ribu orang (27.05%) muncul di provinsi lain.

Pengeluaran untuk program CSR telah memberikan dampak multiplier output, bahkan dalam jangka panjang, alokasi pengeluaran program CSR yang tepat sasaran dapat membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

PT. RAPP melalui Departemen Community Development (CD) melihat peluang baik guna membina para petani di sekitar wilayah operasional perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan bercocok tanam. Telah banyak petani yang mencicipi sukses karena bergabung menjadi mitra bina PT RAPP.


Berkat Sekolah Lapang Pulau Padang RAPP, Keluarga Nikmati Income Tambahan
Di antara para petani yang bergabung sebagai mitra bina PT RAPP di sekitar wilayah operasional perusahaan adalah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (KT) Megah Permai, Desa Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, dan KT Sinar Tanjung, Desa Tanjung Padang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Mereka adalah para petani yang bernita teguh meningkatkan taraf hidup dengan bercocok tanam.

Berbagai program pembinaan pun sudah dijalankan, mulai dari pelatihan, pembinaan, pemberian bantuan sarana produksi (saprodi) pertanian, hingga Sekolah Lapang (SL). Kegiatan SL akan diselenggarakan secara rutin. Gunanya untuk terus memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan tanaman serta mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi selama bercocok tanam. Tidak hanya itu, petani juga mendapatkan ilmu seputar peternakan yang diharapkan dapat menjadi Sistem Pertanian Terpadu yang handal.

Jumat (21/6/2013) lalu, SL kali kedua diadakan di saung milik salah satu petani di Desa Teluk Belitung. Pada pertemuan tersebut, para petani diajak untuk berdiskusi mengenai manfaat pupuk yang telah diajarkan serta membandingkannya dengan pupuk yang dijual di pasaran. Hasilnya, pupuk yang mereka buat ternyata mampu menyamai kualitas pupuk yang dijual di pasaran.

"Pupuk kompos yang bapak dan ibu buat mikrobanya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pupuk dipasaran. Jumlahnya sampai 12 jenis mikroba," ujar Jamaris, fasilitator dari Dinas Balai Perlindungan Tanaman dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai berbagai macam hama yang ditemui selama bercocok tanam. Pihak fasilitator juga memberikan contoh langsung di kebun para petani, serta diajak untuk mengunjungi beberapa ladang pertanian yang telah ditanami oleh para petani guna mengevaluasi perkembangannya.

Selanjutnya, SL diadakan di Desa Tanjung Padang, bersama KT Sinar Tanjung pada Sabtu (22/6/2014). Inipun merupakan SL kedua bagi KT tersebut. Pada pertemuan itu, petani juga diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai hama tanaman yang ada, di samping itu, petani juga diberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk tanaman yang mereka tanam. Gunanya agar setiap perlakuan dapat diamati dan diukur perkembangannya, sehingga hasil yang diperoleh pun dapat maksimal.

Mahmud Hasyim, CD Koordinator Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan, kegiatan SL yang diselenggarakan bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha tani. Selain itu, kegiatan tersebut berguna untuk menemukan komoditas unggulan untuk dikembangkan sesuai dengan spesifik daerah masing-masing. Menciptakan income (pendapatan. red) tambahan bagi keluarga petani.

"Yang terpenting, mendukung pemerintah dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam bidang pertanian tanaman pangan, holtikultura maupun palawija," katanya.

Jamaris saat ditemui di sela-sela aktivitas SL menjelaskan, pertemuan tersebut biasanya menggali Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di lingkungan KT masing-masing desa untuk pemanfaatan peningkatan kesuburan budidaya tanaman. Selain itu, pertemuan tersebut biasanya mencari solusi untuk pemecahan masalah yang ada di tingkat petani. Serta menciptakan SOP untuk masing-masing daerah. "Intinya, merubah pola pertanian menjadi lebih baik, terstruktur, dan sistematis," ujarnya.

Dengan SL tersebut, ia berharap para petani dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan tersebut. Iapun berharap masyarakat petani dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka dengan bercocok tanam. "Tapi sebagaimana yang kita dengar bersama, hasil pertanian di sini sudah bisa dijual ke pasar. Ini merupakan kabar baik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Megah Permai, Saharuddin mengatakan, banyak manfaat yang ia dan kelompoknya peroleh dari SL yang diadakan oleh RAPP. Menurutnya, sejak dibina oleh CD RAPP, ia dan kelompoknya mampu menjadikan pertanian mereka menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga. "Alhamdulillah, saya bisa jual dan dapat hasil dari kebun saya itu. Tiap menjual bisa dapat 600 ribu rupiah, dari berbagai macam tanaman yang ada di kebun saya," jelasnya.

Bahkan tuturnya, ia dapat membeli kendaraan bermotor dari hasil kebunnya. Cerita yang sama juga dituturkan oleh Masnah, salah seorang anggota KT Megah Permai. Janda yang kini tinggal bersama beberapa orang anaknya itu kini menggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam setelah kepergian suaminya beberapa waktu lalu.

"Kini, hidup saya dari berkebun. Suami saya dulu anggota KT juga. Tapi semenjak suami tiada, saya hanya bisa cari makan dari berkebun. Alhamdulillah, sekarang saya bisa jual ubi 40 ribu rupiah sekali jual," ungkapnya.

 Iapun kini tak perlu bersusah payah memasarkan ubi miliknya karena saat ini para penjual di pasarlah yang datang menjemput ubi di kebunnya. "Sekarang tak payah lagi ke pasar, orang pasar yang cari ke sini (kebun, red). Sekarang ini sudah ada yang minta ubi lagi," ujarnya siang itu.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting penyangga stabilitas perekonomian di sebuah negara. Sayangnya, saat ini sektor pertanian kalah pamor bila dibandingkan sektor perkebunan, terutama komoditas kelapa sawit dan perkebunan karet. Namun, bagi sebagian masyarakat khususnya yang berada di Pulau Padang, pertanian dapat menjadi penopang hidup di kala turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) maupun harga karet yang saat ini cenderung fluktuatif.

Petani Pelalawan Mitra PT RAPP Panen Buah Melon
Petani Desa Sering Kabupaten Pelalawan yang merupakan mitra PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP), Senin (29/7/2013) melakukan panen perdana melon. Panen perdana ini tergolong sukses karena menghasilkan sekurangnya 180 Kg buah melon segar.

Dalam kegiatan panen itu, turut dihadiri Direktur PT RAPP Mulia Nauli, Koordinator Community Development (CD) RAPP Hartjahjo Ariawan, Sekretaris Desa Sering Bakri Yulis, beserta beberapa karyawan RAPP, perangkat desa, dan petani lainnya.

Sekretaris Desa Sering, Bakri Yulis dikesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya pada pihak PT RAPP atas bantuannya dan pendampingan yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Sering dan petani pada khususnya.

"Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh perusahaan dapat menjadi contoh kepada masyarakat lainnya dan mudah-mudahan bermanfaat," katanya.


Sementara itu, Direktur PT RAPP, Mulia Nauli, mengatakan bahwa panen perdana tersebut merupakan tonggak awal penggerak ekonomi masyarakat Desa Sering. Diharapkan dengan adanya panen ini maka akan terjadi peningkatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan dimasa yang akan datang.

"Kita berharap nantinya dapat kita ciptakan kios yang akan menampung buah-buahan dari petani sering yang dijual dengan harga yang bagus. Kita juga berharap nantinya Desa Sering dapat menjadi sentra buah-buahan dan sayuran di Riau, serta dapat mencukupi stok kebutuhan di Pelalawan, Riau, bahkan sampai luar negeri," tutupnya.

Bersama RAPP, KTRB Desa Kuntu Panen Raya Padi
Kelompok Tani Rawa Bira (KTRB) Desa Kuntu bersama PT RAPP melaksanakan panen raya padi di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Rabu (29/5/2013).

KTRB yang merupakan salah satu kelompok tani binaan RAPP sejak 2008 lalu, memanen padi di lahan seluas 13,5 Ha. Dengan estimasi hasil gabah basah per hektarnya mencapai 6.240 kilogram (kg) atau total 84.240 kg.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Poktan Putri Cendrawasih, H Bustamir, Kepala Desa Kuntu, Nasyaruddin, perwakilan Polsek Kampar Kiri, Ruslan Abdul Gani, tokoh masyarakat Kampar, TM Nizar, SH, MHum, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kampar Kiri, M.Syafii DK, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Sudirman, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Kampar Kiri, Sukardi.

Sementara itu manajemen RAPP yang hadir pada acara tersebut diantaranya Community Development (CD) Head RAPP, Amru Mahalli, SHR Manager RAPP Region Kuansing, Edy Yusuf,  Manager Estate Logas, Affandi beserta tim CD lainnya.

Kepala Desa Kuntu, Nasyaruddin, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan bantuan dari RAPP selaku pelaku industri. Pada hari ini, saya merasa bangga, karena semua unsur, baik dari pemerintah, masyarakat maupun perusahaan bisa berkumpul pada hari ini. Terima kasih kepada RAPP atas bantuan dan dukungannya. Semoga kerjasama kita ini bisa terus berlanjut dan manfaatnya bisa maksimal, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KTNA, M.Syafii, menjelaskan, bahwa program panen raya ini merupakan program yang menjadi perhatian mereka. Ini salah satu program yang kami usung. Kami ingin ketahanan pangan kita khususnya komoditas padi bisa memenuhi kebutuhan kita akan beras, paling tidak di Kecamatan Kampar Kiri, ujarnya. Ia pun berharap agar semua unsur yang hadir pada kegiatan tersebut memiliki visi dan misi yang sama untuk memperjuangkan ketahanan pangan di daerahnya.

Kepala UPTD Kecamatan Kampar Kiri, Sukardi, juga turut mengucapkan rasa terima kasih kepada perusahaan karena telah membantu para petani di Desa Kuntu. Ia berharap bantuan dari RAPP dapat dimaksimalkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kita sangat mendukung dan mengembangkan kerja sama tiga pihak seperti saat ini. Pangan ini sangat penting dan pokok, marilah kedepan kita tingkatkan lagi kesatuan dan persatuan agar pembangunan dibidang pertanian agar lebih maju dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Serta harapan terbesarnya dapat memenuhi kebutuhan beras di Kecamatan Kampar Kiri, harapnya.

Selanjutnya CD Head RAPP, Amru Mahalli, mengungkapkan bahwa saat ini ancaman dunia paling utama adalah keterbatasan pangan. Keterbatasan pangan dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yakni keterbatasan lahan untuk dikelola dan keterbatasan manusia yang mau mengelola.

Jika kita hitung-hitung estimasi beras yang dipanen, dan dikalikan dengan harga beras saat ini, maka sebenarnya petani padi lebih makmur dibandingkan dengan petani perkebunan baik karet maupun sawit, katanya. Ia menambahkan, jika pemberdayaan dioptimalkan, serta melakukan intensifikasi pertanian, maka tidak mustahil di tahun depan akan mengalami surplus dan dapat mendistribusikan beras keluar Kampar Kiri.

RAPP Bantu Puluhan Petani Karet di Baserah
PT. RAPP mengadakan pertemuan dengan beberapa kelompok tani di Kecamatan Baserah, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (24/5/2013) lalu. Tak kurang dari 21 orang warga yang termasuk dalam delapan kelompok tani di delapan desa mengikuti pertemuan di kediaman Kepala Desa Rambahan.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Rambahan Burhanuddin, dan perwakilan kelompok tani. Turut hadir Koordinator Program Integrated Farming System (IFS) dan Social Infrastructure Program (SIP) RAPP Sundari Berlian, Community Development (CD) Officer Zamzuli Hidayat, dan CD Officer wilayah Baserah, Emisba Datuk Baginda Ratu. Pertemuan tersebut membahas masalah-masalah yang dihadapi kelompok tani selama berkebun karet.

Menurut Sundari Berlian, pertemuan kelompok tani yang mereka adakan merupakan agenda tahunan guna menghimpun berbagai masukan dan mencari solusi bersama mengenai permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani.

"Ini merupakan salah satu program CD RAPP. Untuk program di daerah Baserah, kami lebih menekankan pada sektor pertanian, karena memang faktor alamnya yang sangat cocok bagi sektor pertanian. Kelompok tani ini merupakan kelompok tani di Kecamatan Baserah yang menjadi mitra bina RAPP dalam program Kebun Karet Rakyat Baserah," ujarnya mengawali diskusi.

Perwakilan Kelompok Tani (berbaju biru) menyadap batang aret secara simbolis disaksikan oleh Koordinator Program IFS dan SIP, Sundari Berlian (pertama dari kiri), Kepala Desa Rambahan, Burhanuddin (tiga dari kanan), dan perwakilan kelompok tani lainnya.

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2006, bantuan berupa bibit karet yang diberikan oleh RAPP diserahkan kepada beberapa kelompok tani. "Awalnya program hanya berkisar pada holtikultura, namun di tahun 2006, kami mencoba untuk menambah program perkebunan, yakni kebun karet rakyat namun baru bisa direalisasikan tahun 2007. Butuh perjuangan, karena dampak dari perkebunan karet baru dirasakan setelah lima tahun sejak karet ditanam," katanya.

Kepala Desa Rambahan, Burhanuddin, mengungkapkan bahwa masyarakatnya sangat menyambut baik program perusahaan. Dirinya berharap agar bantuan RAPP melalui program CD di daerahnya dapat meningkatkan pendapatan warga. "Desa kami jika dilihat Sumber Daya Alam (SDA) nya cukup kaya," tuturnya.

Masih menurut Burhanuddin, program yang diberikan oleh RAPP tidak hanya sebatas bantuan bibit karet, namun juga bantuan pemberdayaan kepada mitra bina, termasuk kepada kami. "Kami juga mendapatkan pelatihan, serta senantiasa mendapat bimbingan dalam menjalankan usaha ini," tandasnya.

Sementara itu, Jiman, anggota kelompok tani Desa Rambahan, mengungkapkan dari hasil 200 batang karet, awalnya ia berhasil mengumpulkan 25 kilogram (kg) karet. Kali kedua, ia berhasil mengumpulkan 45 kg karet. Jiman telah menerima 700 batang bibit karet bantuan RAPP sejak 2007 lalu.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Rambahan, Ites Saputra, yang telah berhasil memanen hasil karet sejak enam bulan lalu. "Sekali panen tiap minggu sekitar 30 kg, itu untuk 300 batang karet. Kebun saya cuma satu hektar saja. Tapi alhamdulillah, uang hasil dari kebun karet bisa saya manfaatkan untuk membiayai kuliah saya," ujar mahasiswa Agronomi S1 STIP Suarna Dwipa, Teluk Kuantan di sela-sela acara.

Bantuan RAPP untuk program Kebun Karet Rakyat Baserah sejatinya telah digulirkan sejak 2007 lalu. Bantuan bibit karet tersebut diserahkan untuk ditanam di lahan seluas 83 hektar lahan milik delapan kelompok tani.

Melihat keseriusan dan manfaat yang nyata dirasakan oleh warga Baserah, pada akhir 2012 lalu, RAPP kembali memberikan bantuan bibit karet sebanyak 15 ribu bibit untuk lima kelompok tani. Dan para petani karet pun menanamkan bibit dengan doa dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
 
RAPP Serahkan Cetak Sawah Baru 4,5 Ha kepada Kelompok Semangat Karya Tani
PT RAPP melakukan serah terima cetak sawah seluas 4,5 hektar di Desa Olak, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak,Rabu (1/5/2013) lalu.

Cetak sawah tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani Semangat Karya Tani, yang merupakan kelompok tani binaan department Community Development (CD). Bantuan tersebut merupakan salah satu program CD RAPP yakni dalam bidang pertanian terpadu atau Integrated Farmign System (IFS).

Selain membantu mencetak sawah tersebut, RAPP juga membangun tanggul sepanjang 1 kilometer untuk pengairan di lahan tersebut. Program yang bergulir sejak 2007 lalu di desa tersebut menjadi harapan para petani untuk menggantungkan hidup mereka dari hasil pertanian padi.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Siak, Hj Robiati, UPTD Kecamatan Sungai Mandau, masyarakat Desa Olak beserta para petani yang tergabung dalam Kelompok Semangat Karya Tani.

Sementara itu, manajemen RAPP yang berkesempatan hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Head of CD RAPP, Amru Mahalli, Estate Manager wilayah Mandau, Elfis, Asisten Kepala (Askep) wilayah Estate Mandau, M Ikhwan Pane, Koordinator Program IFS, Sundari Berlian, dan Koordinator CD wilayah Kabupaten Siak, Suroso.


Perwakilan Petani Semangat Karya Tani, UPTD Kecamatan Sungai Mandau, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hj Robiati, Head of CD RAPP,Amru Mahalli melakukan penanaman padi secara simbolik.

Dalam sambutannya, perwakilan Kelompok Tani Semangat Karya Tani, Afral mengatakan bahwa kerjasama dan bantuan dari RAPP sudah sejak 2007 lalu dilaksanakan di desa mereka. Dengan diserahkannya cetak sawah seluas 4,5 hektar tersebut, bertambah luas cetak sawah bantuan RAPP menjadi 14 hektar.

Head of CD RAPP, Amru Mahalli mengatakan bahwa masyarakat harus dapat memanfaatkan waktu untuk berkarya sesuai dengan nama kelompok mereka, Semangat Karya Tani. Harus menjadi motivasi bagi petani untuk dapat berkarya lebih baik lagi.

Sejalan dengan Amru, Hj Robiati mengungkapkan, petani harus percaya diri dalam mengembangkan dan memanfaatkan lahan yang ada saat ini. Berbicara mengenai sawah, dalam rangka peningkatan produktifitas padi untuk swasembada beras, menurutnya saat ini masih sangat sulit diwujudkan, mengingat Kabupaten Siak masih kekurangan produksi beras mencapai 25 ribu ton.

Setelah melakukan penyerahan cetak sawah tersebut, para petani, UPTD, dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta manajemen RAPP melakukan penanaman padi di lahan tersebut.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hj Robiati bersama Head of CD RAPP, Amru Mahalli melakukan diskusi seputar pertanian usai menanam bibit padi di lahan tersebut.
   
Perwakilan Petani Semangat Karya Tani, UPTD Kecamatan Sungai Mandau, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hj Robiati, Head of CD RAPP, Amru Mahalli bersama tim RAPP lainnya, melakukan penanaman padi secara simbolik di areal lahan cetak sawah yang diserahkan pada hari yang sama, Rabu (1/5/2013).
   
Seluruh masyarakat, UPTD, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta manajemen RAPP berfoto bersama di areal cetak sawah yang telah diserahterimakan pada Rabu (1/5/2013). (Adv)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiBMKG Deteksi 16 Hotspot di Sumatera, 2 Titik Ada di Riau
TMC di Riau.Hari Raya Idul Fitri, TMC di Riau Tetap Dilaksanakan, Total Volume Hujan Capai 33,8 Juta M3
IlustrasiSebagian Wilayah Riau Hari Ini Bakal Diguyur Hujan
  IlustrasiHari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
Foto: AntaraCegah Karhutla, Pemerintah Rekayasan Hujan untuk Basahi Gambut Riau Saat Idul Fitri
IlustrasiPLN Sambung Aliran Listrik 7 Desa Terpencil di Riau Jelang Lebaran

 
Berita Lainnya :
  • Hari Ini, Wako Pekanbaru Pimpin Upacara Perdana Usai Lebaran
  • Selama Corona, 22 Perawat Indonesia Meninggal Dunia
  • Lebaran Usai, Mulai Hari Ini ASN dan THL Pemprov Riau Kembali Kerja Seperti Biasa
  • Empat Hari Berturut-turut Pekanbaru Nihil Tambahan Kasus Corona
  • China Akhirnya Akui Simpan Virus Corona di Laboratorium, Sebut Mustahil Terjadi Kebocoran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Gubri Teken Sertifikat Serah Terima 2 Insinerator Relawan Peduli Covid-19
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved