PEKANBARU - Kemunculan titik panas (hotspot) di Provinsi Riau meningkat dengan total 11 titik berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sabtu (31/10/2026) sore.
Sebaran hotspot tersebut terdeteksi di tujuh kabupaten/kota. Inhil mencatat jumlah terbanyak dengan tiga titik, disusul Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing dua titik.
Sementara itu, Bengkalis, Rohil, Siak, dan Inhu masing-masing terpantau satu titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengatakan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera secara keseluruhan mencapai 155 titik.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Sabtu (31/10/2026) sore ada 155 titik," tutur Deby.
Dari keseluruhan sebaran tersebut, Sumsel menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 87 titik. Berikutnya Babel sebanyak 22 titik, Jambi 18 titik, dan Lampung 12 titik.
Adapun Aceh dan Sumbar masing-masing mencatat satu titik, Sumut tiga titik, sedangkan Riau sebanyak 11 titik.
Munculnya hotspot di tujuh wilayah Riau menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu mendapat perhatian.
Sebaran yang melintasi wilayah pesisir hingga daratan Riau juga membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
Meski demikian, keberadaan hotspot berdasarkan pemantauan satelit tidak serta-merta memastikan terjadinya kebakaran.
Diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan sumber panas sekaligus menentukan langkah penanganan.