PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 143 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Minggu (14/6/2026).
Data tersebut menunjukkan masih perlunya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah yang menjadi langganan kemunculan hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengungkapkan, sebaran titik panas di Sumatera hari ini tersebar hampir di seluruh provinsi, dengan jumlah terbanyak terpantau di Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 143 titik," ujar Putri Santy.
Berdasarkan data BMKG, Bangka Belitung menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 49 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 39 titik dan Jambi 21 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau tercatat memiliki 11 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota.
Sebaran hotspot tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis satu titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik dan Kabupaten Pelalawan dua titik.
Kemudian, Kabupaten Rokan Hulu satu titik, Kabupaten Rokan Hilir dua titik, Kabupaten Indragiri Hilir dua titik, serta Kota Dumai satu titik.
Selain Riau, BMKG juga mendeteksi titik panas di sejumlah provinsi lain, yakni Aceh sebanyak empat titik, Bengkulu satu titik, Lampung lima titik, Sumatera Barat lima titik, dan Sumatera Utara delapan titik.
Munculnya hotspot menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, tidak seluruh titik panas yang terdeteksi satelit dapat dipastikan sebagai kejadian kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.