PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru menunjukkan kondisi yang relatif baik pada Senin (26/10/2026) pagi. Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 25,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³), seiring hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pantauan Halloriau.com pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tersebut menunjukkan kondisi udara yang lebih baik dibandingkan ketika kabut asap menyelimuti Pekanbaru. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara, terutama karena potensi udara kabur akibat asap masih diprakirakan terjadi pada waktu tertentu.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, mengatakan hujan masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Riau pada sore hingga malam hari.
“Peluang hujan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau mulai sore hingga malam hari,” ujarnya.
Hujan yang turun di sejumlah wilayah diharapkan membantu memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, masyarakat tetap perlu memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, pemantauan titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera menunjukkan masih terdapat ratusan titik pada Senin pagi. Total terpantau 441 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 336 titik. Selanjutnya, Bangka Belitung mencatat 65 titik, Lampung 31 titik, dan Jambi sembilan titik.
Sementara itu, tidak terdeteksi titik panas di Provinsi Riau berdasarkan data pemantauan tersebut.
Kondisi nihil hotspot di Riau menjadi perkembangan positif dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, pemantauan tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dan potensi munculnya titik panas baru.