PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau. Berdasarkan pantauan Halloriau.com pada Kamis (22/10/2026) pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru tercatat mencapai 100,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Partikel PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan, terutama ketika masyarakat terpapar dalam waktu lama.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Riau, data pemantauan titik panas atau hotspot hingga Rabu (21/10/2026) pukul 23.59 WIB menunjukkan terdapat 3.983 titik panas di wilayah Sumatra.
Sebagian besar titik panas terpantau di Sumatera Selatan, yakni sebanyak 2.522 titik. Selanjutnya, Lampung mencatat 433 titik, Bangka Belitung 172 titik, Jambi 84 titik, Bengkulu sembilan titik, dan Sumatra Barat dua titik.
Sementara itu, di Provinsi Riau terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kesehatan sistem pernapasan. Warga juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat.
“Dengan kondisi asap yang masih tebal di wilayah Riau, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan batasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” imbaunya.