www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


DBD di Riau Tembus 4.614 Kasus, 23 Orang Meninggal
Minggu, 04 Oktober 2026 - 20:56:43 WIB
Kasus DBD di Riau mengkhawatirkan, 23 orang meninggal (foto/int)
Kasus DBD di Riau mengkhawatirkan, 23 orang meninggal (foto/int)

PEKANBARU – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Riau masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 4.614 kasus DBD dengan 23 orang meninggal dunia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah dari panas ke hujan dan berpotensi memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengimbau masyarakat tidak lengah dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Salah satu langkah yang perlu terus digencarkan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus," kata Zulkifli, Minggu (4/10/2026).

Gerakan 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Zulkifli juga meminta masyarakat lebih teliti memeriksa lingkungan rumah, khususnya setelah hujan turun. Genangan air pada ember, kaleng, botol, ban bekas, pot bunga, maupun wadah terbuka lainnya harus segera dibersihkan.

"Masyarakat juga kami minta rutin memeriksa lingkungan rumah, terutama setelah turun hujan. Genangan air pada ember, kaleng, botol, ban bekas, pot bunga maupun wadah terbuka lainnya perlu segera dibersihkan," katanya.

Selain itu, langkah pencegahan tambahan dapat dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menggunakan larvasida pada tempat penampungan air sesuai petunjuk penggunaan.

Rohil Tertinggi, Dumai Punya Angka Risiko Terbesar

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan kasus DBD terbanyak selama Januari hingga Juli 2026, yakni 992 kasus dengan enam kematian.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Bengkalis mencatat 701 kasus dengan dua kematian, Kota Dumai 610 kasus dengan dua kematian, dan Kota Pekanbaru sebanyak 566 kasus dengan satu kematian.

Selanjutnya, Kabupaten Kuantan Singingi mencatat 399 kasus tanpa kematian, Kampar 297 kasus dengan empat kematian, Indragiri Hilir 250 kasus dengan dua kematian, serta Rokan Hulu 228 kasus dengan dua kematian.

Sementara itu, Indragiri Hulu mencatat 167 kasus dengan satu kematian, Siak 162 kasus dengan dua kematian, Pelalawan 131 kasus tanpa kematian, dan Kepulauan Meranti sebanyak 111 kasus dengan satu kematian.

Meski Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, angka incidence rate (IR) atau insidensi DBD tertinggi justru berada di Kota Dumai, yakni 192,6 kasus per 100.000 penduduk.

Setelah Dumai, IR tertinggi tercatat di Rokan Hilir sebesar 131,7 per 100.000 penduduk, Kuantan Singingi 123,3, Bengkalis 122,3, dan Kepulauan Meranti 58,1 per 100.000 penduduk.

Sementara berdasarkan case fatality rate (CFR) atau persentase kematian dibandingkan jumlah kasus, Kabupaten Kampar mencatat angka tertinggi sebesar 1,3 persen, dengan 297 kasus dan empat kematian.

Disusul Siak dengan CFR 1,2 persen dari 162 kasus dan dua kematian. Kemudian Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing mencatat CFR 0,9 persen, sedangkan Indragiri Hilir sebesar 0,8 persen.

Kasus DBD Melonjak pada Juni

Jika dilihat berdasarkan perkembangan bulanan, kasus DBD di Riau menunjukkan peningkatan menjelang pertengahan tahun.

Pada Januari tercatat 457 kasus dengan dua kematian. Februari sebanyak 402 kasus dengan tiga kematian, sedangkan Maret tercatat 370 kasus dengan empat kematian.

Memasuki April, jumlah kasus meningkat menjadi 554 dengan tiga kematian. Lonjakan semakin terlihat pada Mei dengan 827 kasus dan tiga kematian.

Puncak kasus terjadi pada Juni 2026, yakni sebanyak 1.011 kasus dengan tiga kematian.

Pada Juli, jumlah kasus sedikit menurun menjadi 993 kasus. Namun, bulan tersebut justru mencatat angka kematian tertinggi sepanjang periode Januari-Juli, yakni lima orang.

Secara keseluruhan, akumulasi kasus DBD di Riau mencapai 4.614 kasus dengan 23 kematian.

Melihat kondisi tersebut, Zulkifli menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak cukup dilakukan ketika kasus mulai meningkat. Upaya menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan dan dilakukan secara bersama-sama.

"Gotong royong di kawasan permukiman, tempat kerja maupun fasilitas umum juga perlu digencarkan untuk menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam tinggi maupun keluhan yang mengarah pada gejala DBD.

"Kami berharap penerapan PSN dan 3M Plus secara rutin dapat memutus tempat perkembangbiakan nyamuk dan menekan kasus DBD di daerah," katanya.

Pemerintah berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk dapat menekan penyebaran DBD sekaligus mencegah bertambahnya korban jiwa di Riau.

Sumber: tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ilustrasi.BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
ilustrasi.Nasib Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Ditentukan MK Malam Ini
Sekda Riau, Syahrial Abdi.Pemprov Riau Siapkan Sistem Baru Pembayaran TPP, Kinerja ASN Jadi Acuan
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
BYD bisa diretas.(ilustrasi/AI/halloriau.com)BYD Shark 6 Dibobol Hacker, Pintu, Lampu dan Wiper Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh
  Ilustrasi asap masih menyelimuti Riau (foto/int)Asap Masih Tebal di Riau, BMKG Imbau Warga Batasi Kegiatan Luar Ruangan
Pameran Honda di salah satu mal di Pekanbaru.Honda Brio RS 2026, Hatchback Sporty yang Cocok untuk Mobilitas Warga Pekanbaru
ilustrasi.Kualitas Udara Membahayakan, Pembelajaran PAUD-SMP di Pekanbaru Beralih Daring
Layanan 112 Pekanbaru dapat panggilan iseng.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jangan Iseng! Panggilan Palsu ke 112 Pekanbaru Bisa Bahayakan Nyawa
Penjualan Daihatsu tumbuh 10 persen.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Daihatsu Cetak Penjualan 37.167 Unit di Kuartal III 2026, Gran Max Kuasai Separuh Pasar
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved