www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Asap Masih Selimuti Riau, BMKG Prediksi Ada Potensi Hujan Tak Merata
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Solar Subsidi Langka dan Antrean SPBU Mengular, LAMR Desak Pemerintah Bentuk Tim Terpadu
Minggu, 04 Oktober 2026 - 11:38:54 WIB
Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Datuk H. Seri Marjohan Yusuf (foto/int)
Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Datuk H. Seri Marjohan Yusuf (foto/int)

PEKANBARU - Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendesak pemerintah dan instansi terkait segera membentuk tim terpadu untuk mengatasi persoalan kelangkaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di Provinsi Riau.

Desakan tersebut disampaikan menyusul terungkapnya kasus penimbunan BBM melalui penggerebekan sejumlah gudang di beberapa lokasi di Riau.

Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau, Datuk H. Seri Marjohan Yusuf, menilai penanganan persoalan solar bersubsidi harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar praktik penyimpangan distribusi tidak terus berulang.

“LAMR mendorong segera diambil langkah-langkah reaktif, kesempatan pertama, berkaitan dengan penggerebekan gudang penimbunan BBM di sejumlah tempat,” kata Datuk Seri Marjohan, Ahad (4/10/2026).

Menurutnya, pembentukan tim terpadu menjadi salah satu langkah penting untuk membenahi tata kelola distribusi solar bersubsidi, sekaligus memastikan pasokan benar-benar diterima masyarakat dan pihak yang berhak.

Selain pembenahan distribusi, LAMR juga mendorong pemerintah melakukan kajian terhadap kemungkinan penambahan kuota solar bersubsidi sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Namun, penambahan kuota tersebut harus disertai pengawasan ketat agar tidak membuka celah bagi praktik penyelewengan.

“Yang patut menjadi perhatian adalah pengawasan oleh pihak terkait, bagaimana mata rantai distribusinya, pasokan yang tepat sasaran, transparansi dan pengawasan itu sendiri secara keseluruhan,” ujar Datuk Seri Marjohan.

Ia menegaskan, persoalan kelangkaan solar bersubsidi di Riau bukanlah masalah baru. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.

Salah satu dampak yang paling terlihat adalah panjangnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Antrean tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.

“Hal ini tentunya berakibat ekonomi, biaya tinggi, waktu yang terbuang dan ketidakpuasan pelayanan dalam arti yang luas,” ungkap Datuk Seri Marjohan.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut terus berlarut-larut tanpa penyelesaian yang konkret.

Menurutnya, diperlukan koordinasi lintas instansi untuk menelusuri persoalan dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan pasokan, mekanisme distribusi, hingga pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Datuk Seri Marjohan berharap tim terpadu yang dibentuk nantinya mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi juga mencegah terulangnya kelangkaan solar bersubsidi di Riau.

“Supaya tidak berlarut-larut, perlu memang segera dibentuk Tim Terpadu, guna membenahi permasalahan tersebut secara cepat, tepat dan bermartabat,” ucapnya dikutip dari MCRiau.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di Riau (foto/int)Asap Masih Selimuti Riau, BMKG Prediksi Ada Potensi Hujan Tak Merata
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru kembali turun (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Turun Lagi, 1 Gram Kini Rp2,57 Juta
Ilustrasi asap masih menyelimuti Riau (foto/int)Asap Masih Tebal di Riau, BMKG Imbau Warga Batasi Kegiatan Luar Ruangan
Pameran Honda di salah satu mal di Pekanbaru.Honda Brio RS 2026, Hatchback Sporty yang Cocok untuk Mobilitas Warga Pekanbaru
ilustrasi.Kualitas Udara Membahayakan, Pembelajaran PAUD-SMP di Pekanbaru Beralih Daring
  Bupati Afni temui pejabat Kemenkeu pertanyakan DBH Migas Siak anjlok jadid Rp36 miliar (foto/int)DBH Migas Siak Anjlok Jadi Rp36 M, Bupati Afni Minta Ini ke Pejabat Kemenkeu
ilustrasi.BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
ilustrasi.Nasib Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Ditentukan MK Malam Ini
Sekda Riau, Syahrial Abdi.Pemprov Riau Siapkan Sistem Baru Pembayaran TPP, Kinerja ASN Jadi Acuan
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved