www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Heboh Klaim Ahli Waris di Pasar Simpang Baru Panam, Pemko Pekanbaru: Ini Aset Pemerintah
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


759 Titik Panas Muncul di Sumatera Sore ini, Hotspot Riau Turun Drastis
Minggu, 27 September 2026 - 17:25:34 WIB
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/AI/halloriau.com)
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih didominasi Sumsel. Data pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu (27/9/2026) sore mencatat 759 hotspot, dengan 611 titik atau sekitar 80,5 persen berada di Sumsel.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah mengatakan, hotspot tersebut tersebar di enam provinsi. Selain Sumsel, titik panas terpantau di Jambi, Lampung, Babel, Bengkulu dan Riau.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Minggu (27/9/2026) sore, ada 759 titik," ujar Indah.

Rinciannya, Sumsel menjadi penyumbang terbesar dengan 611 titik, disusul Lampung 58 titik, Jambi 50 titik, Babel 34 titik dan Bengkulu lima titik.

Sementara itu, Riau hanya menyisakan satu hotspot, yang terdeteksi di Kabupaten Inhil.

Dominasi Sumsel menjadi perhatian karena jumlah hotspot di provinsi tersebut jauh melampaui wilayah lain di Sumatera.

Dari total 759 titik panas yang terpantau, lebih dari empat perlima berada di satu provinsi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera pada Minggu sore tidak tersebar merata.

Konsentrasi terbesar justru berada di Sumsel, sementara Riau berada pada level hotspot yang sangat rendah.

Data ini juga memperlihatkan perubahan dibandingkan pemantauan BMKG pada pekan sebelumnya. Pada 22 September 2026, misalnya, Sumsel masih mencatat 713 hotspot dan Riau 13 titik.

BMKG sebelumnya juga menyebut Sumsel sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi di tengah kondisi atmosfer yang relatif kering di sebagian Sumatera.

Turunnya hotspot Riau menjadi satu titik bukan berarti risiko karhutla sepenuhnya berakhir.

Sebaran hotspot bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, kelembapan, angin serta aktivitas pembakaran di lapangan.

Pada Minggu (27/9/2026), BMKG masih memasukkan Riau dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Kondisi cuaca tersebut secara meteorologis dapat membantu menekan potensi munculnya titik panas baru di sejumlah wilayah.

Karena itu, angka satu hotspot di Riau perlu dibaca sebagai kondisi pemantauan pada waktu tertentu, bukan sebagai tanda bahwa ancaman karhutla telah sepenuhnya berakhir.

Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Oknum Ahli Waris klaim lapak di Pasar Simpang Baru Panam, Pekanbaru dan minta bayar jutaan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Heboh Klaim Ahli Waris di Pasar Simpang Baru Panam, Pemko Pekanbaru: Ini Aset Pemerintah
Ratusan hewan peliharaan di Riau dapat vaksin rabies gratis.(ilustrasi/AI/halloriau.com)204 Hewan di Riau Divaksin Rabies Gratis, 170 di Antaranya Kucing
Rapat persiapan Festival Bintang Radio dalam rangka HUT ke-27 Kuansing.(foto: ultra/halloriau.com)Bukan Sekadar Hiburan, Bintang Radio Disiapkan Jadi Panggung Talenta Lokal Kuansing
Harga TBS sawit mitra swadaya di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/AI/halloriau.com)CPO Turun Rp143,63, Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Terkoreksi
Pemerintah dan warga Dayun Siak bentuk tim gabungan cegah Karhutla.(foto: diana/halloriau.com)Karhutla Dayun Siak Diantisipasi, Pemerintah dan Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan
  Kabut asap kiriman selimuti Inhu.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kembali Diselimuti Kabut Asap, BPBD Inhu: Bukan dari Kebakaran Lokal
Satlantas Pekanbaru catat lonjakan pelanggaran tak pakai helm.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Pelanggaran Tak Pakai Helm di Pekanbaru Meledak, Agustus 2026 Tembus 202 Kasus
Harga TBS sawit mitra plasma di Riau pekan ini turun.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Harga TBS Sawit Riau Turun, Petani Plasma Maksimal Rp3.912 per Kg
DEN dan Unri membahas masa depan energi Riau, EBT dan hilirisasi menjadi perhatian (foto/riki)EBT Jadi Fokus Sosialisasi KEN di Riau, Limbah Sawit Berpotensi Jadi Sumber Energi
Lapas Bagansiapiapi dapat 9 mesin jahit.(foto: afrizal/halloriau.com)9 Mesin Jahit dari BRI Masuk Lapas Bagansiapiapi, WBP Disiapkan Punya Keahlian Sebelum Bebas
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved