PEKANBARU - Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih tinggi pada Sabtu (19/9/2026) sore.
Data BMKG Pekanbaru mencatat sebanyak 1.441 titik panas terdeteksi di sejumlah provinsi, namun kontribusi Riau relatif rendah dengan hanya dua titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menyampaikan, dua hotspot di Riau tersebut masing-masing terdeteksi di Kota Dumai dan Kabupaten Inhu.
Kondisi ini menunjukkan pola sebaran hotspot di Sumatera pada Sabtu sore tidak merata.
Konsentrasi terbesar justru berada di Sumatera bagian selatan, terutama Sumsel yang menyumbang 1.025 titik atau sekitar 71 persen dari total hotspot Sumatera.
Selain Sumsel, hotspot juga terpantau di Babel sebanyak 199 titik, Jambi 141 titik, dan Lampung 67 titik.
Sementara provinsi lainnya mencatat jumlah yang jauh lebih rendah.
Di Riau, satu hotspot terdeteksi di Kota Dumai dan satu lainnya berada di Kabupaten Inhu.
Angka tersebut menjadi perhatian karena hotspot merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran, sehingga diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Dari total 1.441 hotspot yang terdeteksi di Sumatera, hanya dua berada di Riau.
Artinya, berdasarkan data pemantauan Sabtu sore, Riau menyumbang sekitar 0,14 persen dari keseluruhan hotspot Sumatera.
Meski jumlahnya rendah, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang terdeteksi hotspot.
Pemantauan lanjutan penting untuk memastikan apakah titik tersebut berkaitan dengan kebakaran lahan atau sumber panas lainnya.
Sementara itu, tingginya konsentrasi hotspot di Sumsel menjadi bagian paling menonjol dalam pemantauan BMKG pada Sabtu sore.
Dengan 1.025 titik, provinsi tersebut mencatat jumlah hotspot jauh lebih banyak dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
Data hotspot bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, tutupan awan, aktivitas pembakaran, serta hasil pemantauan satelit pada waktu berikutnya.