PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera terpantau mencapai 346 titik pada Rabu (23/9/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Riau tercatat hanya menyumbang enam titik, yang tersebar di tiga kabupaten.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, enam hotspot di Riau terdeteksi di Inhu satu titik, Inhil empat titik, dan Rohul satu titik.
"Untuk wilayah Riau terpantau enam titik panas, masing-masing satu titik di Inhu, empat titik di Inhil dan satu titik di Rohul," ujar Elisa.
Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot Riau pada Rabu sore masih jauh di bawah sejumlah provinsi lain di Sumatera.
Konsentrasi tertinggi justru berada di Sumsel dengan 99 titik, disusul Jambi 66 titik dan Lampung 54 titik.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat hotspot di Sumatera tersebar di sejumlah provinsi, dengan rincian Aceh satu titik, Jambi 66 titik, Lampung 54 titik, Sumbar satu titik, Sumsel 99 titik, Sumut dua titik, Kepri dua titik, Babel 14 titik, serta Riau enam titik.
Jika dibandingkan dengan provinsi yang memiliki jumlah hotspot tertinggi, kontribusi Riau terhadap total 346 titik tersebut relatif kecil.
Namun, keberadaan enam titik panas tetap menjadi indikator yang perlu dipantau, terutama karena seluruhnya berada di wilayah daratan Riau.
Sebaran enam titik tersebut juga memperlihatkan bahwa aktivitas panas di Riau tidak terkonsentrasi pada satu kabupaten.
Inhil menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni empat titik, sementara Inhu dan Rohul masing-masing satu titik.
BMKG menggunakan hotspot sebagai salah satu indikator dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, jumlah titik panas tidak secara otomatis dapat disamakan dengan luas maupun kejadian kebakaran yang telah terkonfirmasi di lapangan.
Perubahan jumlah dan lokasi hotspot juga perlu dilihat secara berkala karena data dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, tutupan awan, waktu pengamatan, serta hasil pemantauan satelit.