PEKANBARU - Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera menunjukkan penurunan signifikan pada Rabu (26/8/2026) sore.
Setelah sebelumnya sempat mendekati 3.000 titik, jumlah hotspot kini turun menjadi 1.094 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengatakan, penurunan tersebut juga terlihat di Riau.
Provinsi yang beberapa hari sebelumnya masih mencatat hotspot dalam jumlah ratusan itu kini menyisakan 66 titik.
“Total titik panas wilayah Sumatera sore ini jauh menurun dan tersisa 1.094 titik,” ujar Deby.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan konsentrasi hotspot paling tinggi, yakni 748 titik. Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lainnya.
Setelah Sumatera Selatan, hotspot terbanyak terpantau di Bangka Belitung dengan 112 titik, Lampung 82 titik, Jambi 42 titik, Aceh 25 titik, Kepulauan Riau 16 titik dan Bengkulu 3 titik.
Penurunan juga terjadi cukup tajam di Riau. Dari sebelumnya berada di angka ratusan, jumlah hotspot pada Rabu sore tersisa 66 titik.
Sebarannya berada di lima kabupaten, dengan Pelalawan menjadi salah satu wilayah yang masih mencatat jumlah cukup tinggi.
Sebaran hotspot di Riau meliputi Pelalawan 21 titik, Indragiri Hilir 20 titik, Indragiri Hulu 15 titik, Siak 8 titik dan Kuantan Singingi 2 titik.
Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dibandingkan situasi beberapa hari sebelumnya ketika hotspot Riau sempat melonjak hingga ratusan titik.
Meski jumlahnya menurun, keberadaan hotspot di sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Bagi Riau, turunnya hotspot menjadi 66 titik menjadi perkembangan positif. Namun, pemantauan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca, tutupan lahan, serta aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dapat memengaruhi perkembangan kebakaran hutan dan lahan.