PEKANBARU - Satelit BMKG stasiun Pekanbaru mendeteksi 191 titik panas atau hotspot yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Riau, Sabtu (5/9/2026) sore.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menuturkan, dari 100-an titik panas itu, ada 12 titik berada pada level confidence tinggi 80-100 persen.
"Belasan titik level confidence tinggi itu tersebar di Kecamatan Dayun dan Kandis, Kabupaten Siak enam titik, serta Kecamatan Mandah dan Gaung, Kabupaten Inhil dua titik," ucap Yasir.
"Selain itu, juga tersebar di Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu dua titik, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing dan Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti," sambungnya.
Jika dibedah lebih dalam, ancaman api di Bumi Lancang Kuning tidak tersebar merata, melainkan mengancam serius wilayah selatan dan pesisir timur yang secara geografis didominasi lahan gambut kering.
Kabupaten Inhu kini menjadi wilayah paling membara di Riau dengan 76 titik panas, disusul ketat oleh wilayah rawan lainnya yakni Inhil sebanyak 42 titik, dan Kabupaten Siak dengan 38 titik.
Sisa titik panas di Riau tersebar secara sporadis di Kabupaten Kepulauan Meranti 9 titik, Kota Dumai 7 titik, Bengkalis 5 titik, Rokan Hulu 5 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Pelalawan 4 titik, dan Rokan Hilir 1 titik.
Tingginya angka di kawasan gambut ini menuntut langkah mitigasi proaktif dan respons cepat dari Satgas Karhutla sebelum status hotspot bertransformasi menjadi titik api (firespot) yang memicu bencana kabut asap lintas provinsi.