PEKANBARU – Harapan akan meredanya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau pasca-hujan deras yang turun semalam terpaksa pupus.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru justru mencatat anomali mengejutkan pada Minggu (30/8/2026) pagi, titik panas (hotspot) di Bumi Lancang Kuning mengalami lonjakan drastis.
Kondisi ini menambah daftar panjang status darurat di Pulau Sumatera. Berdasarkan pantauan satelit terbaru, total titik panas di wilayah Sumatera kini menyentuh angka fantastis, yakni 1.620 titik, dengan Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang panas terparah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengonfirmasi, fenomena tak terduga ini. Cuaca basah nyatanya belum mampu memadamkan api yang bersembunyi di balik lahan gambut.
"Untuk Riau, meski beberapa wilayah sempat diguyur hujan deras tadi malam, jumlah titik panas justru mengalami lonjakan jika dibandingkan sore kemarin, yakni melesat menjadi 264 titik," jelas Elisa JS Kedang.
Dari total 264 titik panas di Riau, sebaran terbanyak tidak lagi terpusat di satu kawasan, melainkan mengepung hampir seluruh kabupaten.
Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Pelalawan tercatat sebagai wilayah dengan eskalasi paling mengkhawatirkan.
Sebaran hotspot di Provinsi Riau pagi ini meliputi, Kabupaten Indragiri Hilir 88 titik, Pelalawan 80 titik, Indragiri Hulu 41 titik, Bengkalis 14 titik dan Siak 13 titik.
Kemudian, Kabupaten Kuantan Singingi 12 titik, Kampar 7 titik, Rokan Hilir 4 titik, Kota Dumai 3 titik, serta Kabupaten Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti yang masing-masing 1 titik.
Lonjakan di Riau rupanya hanya sebagian kecil dari gambaran besar Karhutla di Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan saat ini berada pada level siaga tertinggi dengan temuan 827 titik panas, menjadikannya wilayah dengan titik api terbanyak di pulau ini.
Provinsi lain juga tidak luput dari pantauan ketat satelit. Jambi dan Lampung secara berurutan menyumbang lebih dari seratus titik panas yang berpotensi menghasilkan kabut asap lintas batas jika angin bertiup kencang.
Sebaran hotspot Sumatera pagi ini meliputi Sumatera Selatan 827 titik, Riau 264 titik, Lampung 158 titik, Jambi 157 titik, Bangka Belitung 108 titik, Sumatera Utara 41 titik, Sumatera Barat 38 titik, Aceh 12 titik, Bengkulu 10 titik dan Kepulauan Riau 5 titik.
Masyarakat di wilayah-wilayah dengan angka hotspot tinggi, khususnya di Riau dan Sumatera Selatan, diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan bersiap menghadapi potensi penurunan kualitas udara.
Mengingat cuaca yang fluktuatif dan angin kering yang masih berhembus, angka ini masih sangat berpotensi mengalami perubahan menjelang sore hari.