PEKANBARU – Kabar menggembirakan datang dari Provinsi Riau. Guyuran hujan yang membasahi wilayah Riau berhasil menekan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat penurunan jumlah titik panas (hotspot) yang sangat drastis di Riau, yakni menyisakan 47 titik pada Minggu (30/8/2026) sore.
Kondisi Riau ini ibarat anomali yang melegakan di tengah situasi Pulau Sumatera yang masih 'membara'.
Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi total ada 1.386 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatera pada waktu yang sama.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira, mengonfirmasi kabar baik bagi langit Riau tersebut.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Minggu sore ada 1.386 titik. Namun, Riau mengalami penurunan hotspot yang cukup drastis pasca diguyur hujan, menjadi 47 titik," tegas Yudhistira.
Lebih rincinya, sisa 47 titik panas di wilayah Riau saat ini didominasi oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 46 titik, dan hanya 1 titik yang terpantau di Kabupaten Siak.
Penurunan ini memberikan sinyal positif bagi kualitas udara di Riau yang sempat terancam kabut asap.
Bertolak belakang dengan Riau yang berangsur aman, Provinsi Sumatera Selatan justru menjadi wilayah dengan kewaspadaan tertinggi.
Sumsel mendominasi sebagai penyumbang titik panas terbanyak se-Sumatera dengan angka yang sangat tinggi, yakni 875 titik.
Posisi kedua ditempati Bangka Belitung dengan 231 titik panas, disusul Provinsi Lampung dengan 97 titik.
Sebaran 1.386 titik panas di Pulau Sumatera sore ini meliputi, Sumatera Selatan 875 titik, Bangka Belitung 231 titik, Lampung 97 titik, Jambi 49 titik, Riau 47 titik dan Aceh 42 titik.
Kemudian, Sumatera Utara 30 titik, Bengkulu 7 titik, Kepulauan Riau 7 titik, serta Sumatera Barat 1 titik.
Masyarakat di wilayah dengan titik panas tinggi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dan terus mewaspadai potensi memburuknya kualitas udara, sementara warga Riau diharapkan tetap menjaga kelestarian lingkungan mumpung cuaca sedang berpihak.