www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Riau Memburuk, Rumah Sakit Disiagakan 24 Jam Antisipasi Lonjakan ISPA
Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:12:55 WIB
Kabut asap selimuti Riau.(ilustrasi/int)
Kabut asap selimuti Riau.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Kabut asap yang mulai menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah Riau turut menjadi perhatian sektor kesehatan.

Rumah sakit pemerintah maupun swasta diminta memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan layanan medis akibat paparan asap karhutla.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Riau memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di provinsi ini didorong tetap siap memberikan layanan selama 24 jam.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila gangguan kualitas udara memicu peningkatan kasus penyakit pernapasan dan keluhan kesehatan lainnya.

Ketua PERSI Riau, dr Surya Hajar mengatakan, kesiapan rumah sakit menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kabut asap, terutama jika kondisi udara terus memburuk.

"Kami berkomitmen dalam melakukan kesiapsiagaan Rumah Sakit yang ada di Riau ini terhadap dampak kabut asap. Nanti kita memastikan seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta dalam kondisi siap siaga 24 jam," ujar dr Surya Hajar, Rabu (26/8/2026).

Menurut Surya, paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi rumah sakit sejak dini agar pasien dapat memperoleh pertolongan tanpa harus menunggu ketika jumlah kunjungan meningkat.

Keluhan yang berpotensi muncul antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kekambuhan asma, serta iritasi pada mata dan kulit.

"Langkah ini tentu bertujuan mengantisipasi lonjakan kasus penyakit akibat kabut asap seperti ISPA, asma, dan iritasi mata atau kulit. Jadi masyarakat bisa ditangani kapan saja," jelasnya.

Kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak buruk kualitas udara antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang sebelumnya memiliki gangguan pada sistem pernapasan.

Karena itu, kesiapsiagaan rumah sakit tidak hanya menyangkut keberadaan dokter dan tenaga kesehatan.

Ketersediaan fasilitas pendukung juga menjadi bagian yang harus dipastikan agar pelayanan dapat berjalan optimal ketika terjadi peningkatan pasien.

PERSI Riau mendorong setiap rumah sakit memastikan kebutuhan pelayanan dasar tetap tersedia.

Beberapa di antaranya meliputi ruang perawatan, pasokan oksigen, obat-obatan, serta fasilitas medis penunjang lainnya.

Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat kondisi pasien akibat paparan asap dapat memiliki tingkat keparahan berbeda.

Pasien dengan kondisi ringan membutuhkan penanganan berbeda dengan mereka yang mengalami gangguan pernapasan serius dan memerlukan pelayanan lanjutan.

Selain kesiapan internal rumah sakit, mekanisme rujukan juga menjadi perhatian. Koordinasi antara rumah sakit dan Diskes Riau diperlukan agar pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera diarahkan ke fasilitas yang sesuai.

Surya mengatakan PERSI Riau siap memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya Diskes Riau.

Koordinasi diarahkan pada pengaturan alur rujukan dan respons terhadap kondisi darurat yang berkaitan dengan dampak bencana asap.

"Mulai dari ketersediaan ruang perawatan, oksigen, obat-obatan, hingga fasilitas lainnya kita usakan bisa tersedia untuk masyarakat yang terdampak. Kami siap berkolaborasi dengan Diskes Provinsi Riau dalam hal alur rujukan dan penanganan darurat dampak bencana asap," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.Penghapusan Denda PBB Dinilai Efektif, DPRD Minta Bapenda Pertimbangkan Perpanjangan
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
  Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Harap Kegiatan APBD-P 2026 Segera Berjalan
Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved